HUKUMKRIMINAL

Tim Gabungan Polda Jatim Hari Ini Akan Lakukan Rekontruksi Pembunuhan Dalam Koper

×

Tim Gabungan Polda Jatim Hari Ini Akan Lakukan Rekontruksi Pembunuhan Dalam Koper

Sebarkan artikel ini

NET SYBER.COM – SURABAYA JAWA TIMUR” Tim gabungan dari Polda Jatim, Polresta Kediri dan Polresta Blitar menggelar rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper, Rabu (24/04/2019).

Tim Gabungan Polda Jawa Timur akan mendatangi lokasi pembunuhan Budi Hartanto (28) di Kediri, tepatnya di lokasi warung kopi atau tempat jualan nasi goreng salah satu pelaku, Aris Sugianto. Aris dikenal sebagai penjual nasi goreng Malaysia. Pria ini berusia 34 tahun warga Dusun Mangunan Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Aris masih dua pekan menyewa sebuah bangunan di wilayah Sambi, Kediri. Bangunan itu lalu dibuat untuk berjualan nasi goreng dan warung kopi. Korban dan pelaku berkenalan hampir satu tahun atau tepatnya lebaran 2018. Kepada petugas, Aris mengaku mengenal Budi lewat salah satu aplikasi chatting. Aplikasi tersebut merupakan media yang menghubungkan para gay atau pria penyuka sesama jenis.

Obrolan di aplikasi kian mengakrabkan keduanya. Mereka bertemu dan merajut hubungan asmara. Hubungan tersebut atas dasar suka sama suka. Aris mengaku sangat sayang dengan Budi dan mau menuruti apa yang diminta korban. Seperti usai berhubungan badan, Aris kerap memberi korban uang.

Wakapolda Jatim Brigjen Toni Harmanto beberapa waktu lalu mengatakan Aris dan korban mayat dalam koper sudah empat kali bercinta. Sayangnya, hubungan badan yang terakhir ditutup dengan aksi sadis. Aris yang dibantu Azis membunuh dan memutilasi Budi.

“Berhubungan sesama jenis sebanyak 3 kali dan ini kali keempat. Dan kebetulan untuk yang keempat kali ini karena prosesnya ini juga bukan suka sama suka, tetapi juga karena proses pembayaran dengan imbalan sejumlah uang,” lanjut wakapolda.

Kala itu terjadi pertengkaran antara Aris dan Budi. Aris yang kerap memberikan uang Rp 100 ribu usai berhubungan badan, saat itu mengaku tidak sedang punya uang. Sementara Budi mempertanyakan uang yang telah dijanjikan pelaku.

Antara Budi dan Aris sempat terjadi cekcok. Aris berusaha meminjam uang kepada Azis Prakoso (23) warga Kediri yang juga teman Aris. Saat itu Azis berada di dalam warung sedang minum kopi, mengaku juga tak memiliki uang. Antara Azis dan Budi ini tidak saling mengenal. Melihat Azis tak punya uang, Aris marah-marah. Azis yang mengingatkan pun tak digubris.

Singkat cerita, Budi yang berada di dalam warung pun keluar. Budi mendatangi mereka dan ikut berselisih dengan Aris dan Azis. Budi juga sempat menampar Azis dan dibalas saling cekcok. Lalu, Budi akhirnya mengambil parang yang terletak di warung kopi. Parang tersebut diarahkan ke Azis namun berhasil dihindari. Setelah itu, parang tersebut direbut oleh Azis.

Karena emosi, parang itu pun disabetkan berkali-kali ke Budi dan mengenai leher hingga akhirnya korban meninggal dunia. Setelah korban meninggal, barulah korban dimasukkan ke dalam koper.

Sebelumnya, kedua pelaku sempat membersihkan darah dan melepas baju korban mayat dalam koper. Dan saat dimasukkan ke koper, ternyata kepala Budi tak cukup. Akhirnya diputuskan keduanya untuk memutilasi korban. Koper tersebut dibuang di bawah jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar. Sedangkan kepalanya dibuang di aliran sungai.

Keesokan harinya, mayat dalam koper ditemukan pencari rumput sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu (3/03/2019) Selang 9 hari kemudian (Tim/Day).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *