NET SYBER.COM, SUMENEP – Menghadapi musim tanam tembakau Madura, kini petani berharap harga tembakau tidak lagi anjlok. Hal ini disebabkan dari beberapa faktor.
Anjloknya atau turunnya harga tembakau saat musim panen, ada beberapa faktor yang harus diketahui oleh masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
“Hampir setiap tahun saya menanam tembakau, jadi tau tentang persoalan anjlok nya harga atau tinggi nya harga. Yang pertama pasti kwalitas dan tingginya permitaan pabrik, sedangkan produksi sedikit. Itu jadi bagian tolak ukur bagi petani seperti saya,” terang Adus (54) warga Desa Babalan, Kecamatan Batuan, saat di konfirmasi, Senin (1/07/2019).
Dirinya juga sering mengalami untung dan rugi dalam bertani tembakau, bahkan sampai menjual kedua sepasang Sapinya untuk modal tanam sampai panen.
“Kalau tidak seperti itu modal darimana mas, harus punyak perhitungan yang matang dalam bertani tembakau karena saya sudah pernah bangkrut gara-gara tembakau dan juga pernah untung hingga bisa beli mobil,” tuturnya.
Namun dirinya mengaku tidak pernah berhenti dan kapok menanam tembakau setiap tahun nya, bahkan sekarang hampir 30 ribu tanam sampai 40 ribu tanam bibit tembakau.
“Saya berharap tahun ini harga tembakau bisa menguntungkan petani, kareana cuaca sangat bagus dan permintaan pabrik rokok meningkat,” pungkasnya, (Tim/Whn/Red).












