BERITABUDAYA

Drama Kalender Event Sumenep 2025, Sugeng Haryadi Hari ini Mundur

×

Drama Kalender Event Sumenep 2025, Sugeng Haryadi Hari ini Mundur

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – Kalender Event 2025 Kabupaten Sumenep kembali diterpa badai polemik. Setelah ramai diberitakan soal kejanggalan anggaran sponsor, kini giliran salah satu panitia inti, Sugeng Haryadi, resmi menyatakan mundur dari kepanitiaan.

Mundurya Sugeng bukan hanya dianggap langkah pribadi, tetapi juga memantik spekulasi liar di kalangan publik. Banyak yang menduga, keputusan tersebut tak lepas dari aroma skandal sponsor yang selama ini ditutup-tutupi.

“Ini bukan sekadar mundur. Ada sesuatu yang disembunyikan dari publik, terutama soal transparansi dana sponsor yang mengalir di balik event besar ini,” ujar salah satu pengamat budaya lokal yang enggan disebutkan namanya.

Kabar pengunduran diri Sugeng langsung menyebar cepat, dari kalangan komunitas seni hingga meja birokrasi. Informasi yang diperoleh, Dinas PORAPAR sebagai mitra utama event tersebut juga mulai melakukan klarifikasi internal. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait dugaan “main angka” yang menjadi sorotan masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah pelaku seni dan budaya merasa kecewa. Mereka menilai mundurnya Sugeng bisa menjadi pukulan telak bagi kredibilitas event yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep. “Kalau panitia sudah goyah, bagaimana publik bisa percaya bahwa penyelenggaraan kalender event ini murni untuk memajukan pariwisata, bukan untuk kepentingan segelintir orang?” tegas salah satu seniman muda.

Publik pun makin curiga ketika beredar kabar bahwa ada laporan sponsor yang nilainya tidak sinkron dengan fakta di lapangan. Desas-desus menyebut, sejumlah perusahaan swasta sebenarnya menyuntikkan dana besar, namun tidak tercatat secara jelas dalam laporan resmi.

Meski belum ada bukti konkret, gelombang ketidakpercayaan masyarakat semakin membesar. Mundurnya Sugeng Haryadi justru dianggap sebagai sinyal adanya problem serius di tubuh kepanitiaan. “Kalau semuanya bersih, kenapa harus mundur di tengah jalan?” sindir seorang aktivis mahasiswa.

Kini, mata publik tertuju pada Pemkab Sumenep dan Dinas PORAPAR. Apakah mereka akan membuka data sponsor secara transparan, atau justru membiarkan isu ini menjadi bola liar yang bisa menghancurkan wibawa pariwisata daerah?

Drama kalender event 2025 seakan baru dimulai. Mundurnya Sugeng hanyalah babak pertama dari teka-teki panjang yang harus segera dijawab, demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan event bergengsi di Kabupaten Sumenep.

Penulis : Tim/wh/day

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *