BUDAYA

Asal Mula Sejarah Berdiri nya Bondowoso

×

Asal Mula Sejarah Berdiri nya Bondowoso

Sebarkan artikel ini

Net syber.comBondowoso adalah sebuah kota kecil di timur pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Jawa Timur. Kota yang terkenal dengan monumen Gerbong Maut.

Sejarah kota Bondowoso dimulai ketika lahirnya seorang anak bernama Raden Bagus Assra.

Pada saat Raden Bagus Asra menginjak usia 17 tahun, beliau diangkat sebagai Mentri Anom dengan nama Abhiseka Mas Astruno sekaligus sebagai putra angkat oleh pemimpin Besuki.

Mas Astruno menyanggupi tugas tersebut dan Bupati Ronggo Kiai Suroadikusumo menerima usul tersebut. Namun sebelumnya Mas Astruno terlebih dahulu dinikahkan dengan putri Bupati Banger (yang kemudian hari menjadi Probolinggo), Tumenggung Djojolelono yaitu Roro Sadiyah.

Oleh mertuanya, Mas Astruno dihadiahi seekor kerbau putih melati yang tanduknya melengkung ke bawah untuk dijadikan teman perjalanan dan penuntun mencari daerah yang subur.

Tugas pembukaan wilayah baru ini dimulai pada tahun 1789. Dengan dibantu oleh Puspo Driyo, Jatirto, Wirotruno dan Jatitruno, rombongan berangkat melaksanakan tugasnya menuju arah selatan.

Singkat cerita, pencarian daerah baru ini berakhir pada tahun 1794 dimana Mas Astruno menemukan sebuah daerah subur dan strategis yang kemudian disebut Bondowoso sebagai perubahan.

Untuk memantapkan wilayah kekuasaan, Mas Astruno diangkat menjadi demang pada tahun 1808 dengan gelar Abhiseka Mas Ngabehi Astrotruno dan sebutannya adalah Demang Blindungan (yang tinggal atau pernah ke Bondowoso pasti tahu nama Blindungan ini

Keranggan Bondowoso dan menganggkat Mas Ngabehi Astrotruno menjadi penguasa wilayah dan pimpinan agama dengan gelar Mas Ngabehi Kertonegoro serta dengan predikat Ronggo.

Kiai Ronggo I mengundurkan diri dan kekuasaanya diserahkan kepada putra keduanya yang bernama Djoko Sridin yang pada waktu itu menjabat Patih di Probolinggo.

Kiai Ronggo I wafat pada 19 Rabi’ul Awal 1271 H atau 11 Desember 1854 dalam usia 110 tahun. Jenasahnya dikebumikan di sebuah bukit yaitu Asta Tinggi di desa Sekarputih, kecamatan Tegal Ampel, Bondowoso. Masyarakat Bondowoso menyebutnya sebagai “Makam Ki Ronggo”(Maz Day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *