NET SYBER.COM-MALANG JAWA TIMUR”Tukang sampah yang satu ini percaya diri menjadi seorang caleg karena merasa sudah dikenal banyak orang. Ia merasa dikenal di lingkungannya karena sudah 23 tahun menjadi tukang sampah.
Dwi Hariyadi menjadi tukang sampah di wilayah RW 14, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Setiap pagi Dwi mengambil sampah dari 350 kepala keluarga yang berada di lingkungan tempat tinggalnya itu.
Pekerjaan tersebut cukup menguntungkan bagi dirinya yang tengah mencalonkan diri sebagai anggota legislatf di DPRD Kota Malang. Ia mengaku tidak perlu mengelar acara untuk mengumumkan pencalonannya yang membutuhkan biaya yang sangat besar.
Kalau sampai kumpulkan orang tentu butuh biayanya besar, saya jelas gak mampu. Tapi orang khususnya di wilayah Madyopuro sudah banyak mengenal saya, dan konsentrasi saya di situ saja. Orang kenal dari tukang sampahnya dan aktif di Linmas,” kata duwi.
Keputusan saya sebagai caleg awalnya mengagetkan banyak orang, termasuk keluarganya sendiri. Namun Dwi bersyukur karena ada banyak orang yang yang akhirnya mau membantu. Seperti menyumbangkan alat peraga kampanye dan lain-lain,”pungkas duwi
Dwi jugak menambahkan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di lingkungan RW 14 mencapai hampir 700 orang. Itu membuat Dwi berpeluang meraih suara banyak bermodal kepopuleran sebagai tukang sampah.
Makanya saya fokus di Madyopuro, karena jumlah DPT di RW 14 ada 690 lebih. Tapi ada tiga caleg berasal dalam satu RW, saya, teman caleg satu partai dan caleg dari parpol lain. Tapi dalam satu Dapil Kedungkandang, jumlahnya cukup banyak caleg yang maju dari berbagai parpol,(Tim/Day)












