PEMERINTAHANPERISTIWA

Miris Tak Ada Tempat Mengadu, Nenek Sebatang Kara Asal Desa Gunggung Hidup Dirumah Reot

×

Miris Tak Ada Tempat Mengadu, Nenek Sebatang Kara Asal Desa Gunggung Hidup Dirumah Reot

Sebarkan artikel ini

NET SYBER.COM, SUMENEP – Hidup sebatang kara, nenek Jumanti (60) tidak pernah menikmati batuan apapun baik dari pemerintah Daerah maupun Pemerintah Desa. Tepatnya di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Nenek jumati saat ini menjadi perbincangan publik, lantaran hidupnya sangat butuh uluran tangan bagi masyarakat ataupun pemerintah. Tempat tingal nenek ini sangat tidak lanyak untuk dihuni, namun yang lebih terharu iya tidak pernah mengeluh kepada siapaun.

Pekerjaan nenek Jumati adalah pemulung, iya setiap hari memungut sampah pelastik untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Dengan kondisi rumah beralaskan tanah dan dapur yang sudah roboh, nenek Jumanti tetap dengan tabah melakukan aktifitas kesehariannya sebagai pemulung, dari itulah nenek Jumanti mencukupi kebutuhan kesehariannya untuk bertahan hidup.

Menurut warga sekitar saat musim hujan nenek Jumanti tidur di pojokan rumahnya karena sebagian atap rumahnya itu banyak yang bocor.

Nenek Jumanti yang sudah berumur kurang lebih 60 tahun mengatakan belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah setempat.

Bahkan nenek Jumanti yang sudah tercatat sebagai penerima manfaat Beras Sejahtera (RASTRA) di Desa Gunggung Sumenep mengaku beberapa bulan ini sudah tidak menerima bantuan tersebut.

“Saya bulan puasa itu ke balai desa untuk ngambil beras, ternyata disana berasnya sudah tidak ada, sudah ada yang ngambil kata petugasnya (Dalam bahasa madura),” ungkap Nenek Jumati sambil menangis, Kamis (27/06/2019).

Selain itu, nenek Jumati ditanya soal Program Keluarga Harapa (PKH) maupun program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) iya mengaku tidak tahu soal itu, dirinya juga berharap ada uluran tangan dari pemerintah setempat.

Disela-sela itu pula Nenek Jumanti mendapat bantuan dari inisil (CTR) melalui inisial (DH) berupa uang diharapkan bisa membantu kebutuhan nenek Jumanti untuk memperbaiki rumahnya.

Kini nenek Jumati akan terus di perhatikan oleh beberapa pengusaha, Aktivis dan maupun para dermawan yang tidak mau di sebutkan nama nya itu, (Tim/Red/Whn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *