NET SYBER.COM, KESEHATAN – Dalam satu dekade terakhir, rokok elektrik alias vape menjadi sangat populer sebagai pengganti rokok konvensional. Vape diyakini tak mengandung banyak zat racun seperti yang dijumpai pada rokok konvensional, sehingga diduga cukup aman bagi kesehatan. Bagaimana faktanya?
Bagi Anda yang belum tahu, vape adalah rokok elektrik bertenaga baterai. Agar dapat berfungsi dengan semestinya, vape menggunakan cairan berbahan kimia berisi gliserin yang dicampur dengan nikotin dan zat perisa (essence), misalnya buah-buahan, kue atau mentol.
Berbeda dengan rokok biasa, nikotin yang terkandung di dalam cairan vape bukan didapat dari proses pembakaran tembakau. Nikotin pada vape berasal dari proses ekstraksi secara kimiawi.
Vape vs rokok konvensional
Pada rokok konvensional, ratusan bahkan ribuan zat beracun dihasilkan dari pembakaran tembakau. Inilah alasan yang membuat rokok konvensional terbukti dapat memicu kanker paru dan beberapa penyakit lain yang juga berbahaya, seperti penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Bagaimana dengan vape? Apakah dengan tidak adanya proses pembakaran tembakau membuat vape lebih aman daripada rokok konvensional? Tidak, karena vape juga, (Tim).












