SUMENEP – Meningkatnya kasus campak di Kabupaten Sumenep mendorong pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar mengambil langkah cepat. Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menyatakan pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien campak sebagai bentuk antisipasi penyebaran penyakit sekaligus upaya memberikan penanganan medis lebih optimal.
“Kebanyakan pasien yang dibawa sudah dalam kondisi komplikasi serius seperti broncho-pneumoni atau kejang-neurotik. Hal ini mengharuskan kami menyediakan ruang khusus agar penanganannya lebih terfokus dan lebih aman,” ujar dr. Erliyati, Kamis (11/015/2025).
Ia menjelaskan, mayoritas pasien campak yang saat ini dirawat di RSUD adalah balita dengan status imunisasi yang belum lengkap. Kondisi ini menjadi faktor utama mengapa penyakit campak yang seharusnya bisa dicegah justru berkembang menjadi kasus berat.
“Faktor tidak lengkapnya imunisasi menjadi penyebab utama sebagian besar kasus campak berlanjut ke tahap berat dan mengancam keselamatan anak-anak,” imbuhnya.
Ruang isolasi tersebut, lanjutnya, dirancang tidak hanya untuk merawat pasien, tetapi juga meminimalkan risiko penularan di ruang perawatan umum. Dengan begitu, pelayanan kesehatan bisa berjalan lebih terkontrol dan aman bagi pasien lain.
“Kami ingin layanan kesehatan yang lebih terkontrol. Ini bukan sekadar perawatan, tetapi juga upaya mencegah rantai penularan agar tidak semakin meluas,” tegasnya.
Selain itu, dr. Erliyati juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi. Ia menekankan bahwa imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah campak.
“Pencegahan melalui imunisasi jauh lebih efektif dibanding pengobatan saat anak sudah terinfeksi. Kesadaran untuk mengikuti jadwal imunisasi adalah kunci utama,” pungkasnya. (Tim/wh/day).












