SUMENEP – Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep Arif Firmanto akan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021 untuk meningkatkan kualitas bahan baku hasil petani dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)
DBHCHT ini yang besarannya Rp 6,7 milyar akan dimanfaatkan untuk peningkatan baku yang biaya cukup tinggi dan untuk peningkatan SDM.
Dijelaskan oleh Kadis Arif Firmanto, pengalokasiannya pengadaan bibit kepada para petani serta memberikan edukasi melalui penyuluhan penyuluhan demi peningkatan kualitas tembakau nantinya.
“Setidaknya melalui sosialisasi yang diberikan oleh para penyuluh pertanian akan berdampak kepada kualitas tembakan sehingga mampu mendongkrak harga tembakau pabrikan,” jelasnya.
Arif juga menambahkan bahwa DBHCHT yang diterima oleh Dispertahottbun Sumenep akan dialokasikan kepada bidang pengawasan penggunaan sarana dan untuk koordinasi dan sinkronisasi.
“Kami telah melakukan kegiatan pengawasan sarana melalui sekolah lapang yang tujuannya untuk meningkatkan SDM para petani,” ujarnya.
Sedangkan kegiatan sekolah lapang tersebut telah terealisasi di tiga tempat yaitu di Kecamatan Gulug guluk, Kecamatan Ganding dan Kecamatan Lenteng.
Setidaknya, kata Arif para petani dapat mengembangkan dari apa yang telah diperoleh dari sekolah lapang.
“Para petani nantinya mampu untuk mengembangkan ilmunya yang telah diterimanya seperti bagaimana budidaya tembakau. Mulai dari pemilihan benih, pembibitannya, penanganan hama, hingga pasca panennya,” tutur Arif.
Bahkan, petani nantinya bukan hanya mampu dalam pembudidayaan dan penanaman akan tetapi para petani nantinya mampu melihat kondisi alam sehingga diharapkan sukses penanaman dan sukses sewaktu panen.
“Apabila kondisi tersebut dikuasai oleh para petani akan berdampak kualitas tembakau akan lebih baik dan hasil yang diharapkan petani memuaskan,” terangnya.
Diakui oleh Arif, peningkatan produksi tembakau selain melalui peningkatan SDM juga diperlukan sarana dan prasarana yang memadai maka dari itu, DBHCHT ini juga dialokasikan keoada pengadaan alat.
“Kami sudah mengalokasikan kepada sarana dan prasarana dan sebagian lagi masih menunggu anggaran dari PAK,” ucapnya.
Setidaknya, kami akan terus mengawal dana dari DBHCHT ini guna memberikan dampak positif bagi petani dalam mengembangkan pertaniannya di bidang penanaman tembakau.
“Pemerintah sangat fokus bagaimana kualitas bahan baku baik dan hasil Panin akan baik pula sehingga, akan meningkatkan harga tembakau,” Pungkasnya, (Tim/Wh/Day).












