NET SYBER.COM, SUMENEP – Tragedi terbakarnya kapal feri KM.Santika Nusantara rute Surabaya menuju Balikpapan di perairan masalembu Kabupaten Sumenep,Madura, Jawa Timur, pada kamis (22/08) malam. Ada salah satu penumpang korban selamat dan mengetahui peristiwa sebenarnya.
Hendi Hermansah (34) asal Balikpapan menceritakan awal terjadinya peristiwa KM.Santika Nusantara, dirinya pada waktu itu membelikan makanan untuk istrinya yang lagi lapar.
“Pada waktu itu posisi saya lagi didapur untuk membelikan makanan istri, nah pada saat itulah ada ABK ketok-ketok pintu temanya yang lagi posisi didapur bahwa dibawa terjadi kebakaran. Saya dengar seperti itu langsung lari untuk memberitahu kepada teman saya satu ruangan,” ungkap Hendi kepada NET SYBER.COM (24/08/2019)
Dirinya juga menberitahukan kepada temannya satu ruangan bahwa kapal KM.Santika Nusantara mengalami kebakaran, sontak semua penumpang lari berhamburan dan menyelamatkan diri keatas kapal. Namun pihak ABK kapal tidak segera membunyikan sirine tanda bahwa kapal mengalami kebakaran.
“Setelah api membesar barulah pihak ABK membunyikan peringatan, lalu saya bersama istri dan teman-teman ambil pelampung dan menaiki skoci yang disediakan. Namun dari atas kapal banyak orang yang loncat ke skoci yang kami tumpangi hingga tengelam,” terang Hendi.
Ironis, pada saat itu skoci yang iya tumpangi mengalami kecelakaan, karena dilompati ratusan penumpang dari atas kapal sehingga istrinya tenggelam dan tidak tau apakah selamat atau tidak. Namun Hendi berhasil
menyelamatkan seorang anak laki-laki yang bernama Mohammad Sofyan Aswari (6) asal desa lenteng temor, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Namun boca tersebut masi dalam penanganan rumah sakit Moh. Anwar Sumenep
“Anak itu saya rangkul saat terlepas dari orang tuanya, kira-kira empat jam ditegah laut lalu ada nelayan asal probolinggo yang menolong kami,” ucap Hendi.
Namun dirinya berharap kepada pemerintah untuk segera mememukan istrinya yang hilang saat terlepas dari skoci, (Tim/Whn/Day).












