HUKUMKRIMINALPERISTIWA

Tak Terima Dibubarkan, Pedagang Sapi di Sumenep Cekcok Dengan Petugas

×

Tak Terima Dibubarkan, Pedagang Sapi di Sumenep Cekcok Dengan Petugas

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – Pasca Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sekala Nasional Petugas gabungan bubarkan Pasar Sapi, tepatnya di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (15/07/2021).

Petugas gabungan ahirnya mendatangi Pasar tersebut untuk membubarkan diri, karena korban Covid-19 makin parah. Karena merasa kecewa ahirnya pedagan dan petugas gabungan sempat cekcok atau adu mulut.

Karena ada PPKM darurat virus Covid-19 maka pedagang sapi banyak yang protes sebab tidak diperbolehkan melakukan transaksi jual beli sapi.

Penutupan tersebut sangatlah berimbas kepada perekonomian masyarakat, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai pedagang sapi.

Salahsatu pedagang Sapi Mat Sale (60), pedagang asal Batang Batang ini, mengaku kecawa dengan adanya penutupan pasar hewan di beberapa daerah di Sumenep yang dilakukan oleh petugas gabungan.

Menurutnya, dengan ditutupnya pasar hewan dirinya merasa kesulitan untuk menjual dagangannya, karena banyak orang yang akan berkurban tidak dapat membeli sapi atau kambing,

”Semenjak ditutup kami kebingungan mas. Mau menjual hewan-hewan ini ke mana,” Kata (15/07/2021).

Dijelaskan olehnya, lebaran Idul Adha merupakan salah satu momen besar untuk mendapat penghasilan dari hasil penjualan hewan qurban dan sekarang tidak mungkin lagi mendapatkan keuntungan

”Ini sebenarnya momen besar kami dalam penjualan hewan mas. Karena banyak orang membutuhkan hewan untuk qurban,” Ungkapnya.

Selama penutupan pasar hewan, pihaknya mengaku omset penjualannya menurun hingga 50 persen. Yang biasanya penjualan sapi mencapai 10 hewan yang terjual sekarang malah tidak sama sekali terjual.

”Kalau terus-terusan seperti ini, kami para pedagang tidak makan, ini modal ratusan juta, kalau tidak diperbolehkan menjual siapa yang mau ganti rugi mas,” Ujarnya.

Petugas gabungan yang telah menertibkan para pedagang hewan, tidak satupun memberikan keterangan kepada media, (Tim/Wh/Day).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *