SUMENEP – Penyaluran Beras untuk Pegawai Negeri Sipil oleh Badan Usaha Milik Daerah yaitu PD. Sumekar hari ini diduga bukan kwalitas Premium, Rabu (11/05/2021).
Anang Hendro salah satu ASN di Dinas Badan Pengelolah Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten, Sumenep, Madura, Jawa Timur, hari ini sangat kecewa, karena beras yang di terimanya tidak sesuai harapan.
Dirinya juga menjelaskan, jika beras yang di salurkan oleh PD.Sumekar diduga bukan kwalitas Premium, karena dari warna dan tingkat kepatahan beras tersebut sangat tidak sesuai. Bahkan ada yang berwana kuning.
” ASN yang di potong TPP tiap bulan sebesar Rp.105.000 untuk 10 Kg Beras kwalitas premium, namun hari ini nyata nya beras itu diduga bukan kwalitas Premium karena beras nya jelek,” Ucap Anang Saat menerima beras di Katornya, Rabu (11/05/2021).
Menurut Anang, PD Sumekar telah lalai melakukan kotrol kepada rekanan pengadaan beras ASN yang di salurkan, kepada tiap-tiap penerima.
“Ini Program Bupati Achmad Fauzi untuk serab gabah petani dan Peningkatan Perekonomian, namun diduga ada pihak-pihak yang bermain hingga kwalitas nya berubah dari Premium menjadi medium,” Ujarnya.
Dirinya mengaku bahwa, jika beras jenis Premium yang ada di pasaran kwalitas Premium Asli kisaran Rp.10.000/Kg dan yang dari PD.Sumekar Rp.10500/Kg
“Beras yang kami terima akan saya cek, jika bukan Beras Kwalitas Premium dan nyatanya walitas Medium, maka Pihak PD.Sumekar dan rekanan pengadaan Beras harus bertangung jawab,” Ungkapnya.
Tak hanya Beras, Anang juga mencari tau siapa yang menjadi rekanan atau penyuplay beras tersebut, jika Pengadaan nya meleceng dari aturan maka wajib di ungkap, baik secara hukum.
Secara terpisah Suyono, mantan pedagang beras asal sumenep memaparkan perbedaan kwalitas
“Untuk mengetahui perbedaan antara Beras jenis Premium dan Medium.
Ukuran ini berada pada kisaran antara beras kepala dan menir,” Ucapnya
Selanjutnya, Kandungan butir patah menunjukkan ketidak utuhan beras, atau beras terlihat seperti hancur.
“Beras premium maksimal hanya boleh memiliki kadar butir patah 15 persen dan warna putih cerah, sedangkan beras medium maksimal 25 persen dan warna agak kusam,” Tearang Yono.
Aada pula parameter kadar butir beras Medium yang terdiri atas butir menir, merah, kuning/rusak, dan kapur (Tim/Wh/Day).












