HUKUMKRIMINALPENDIDIKANPERISTIWA

Maraknya Pungli Sekolah, Ketua BARAJP Sumenep Angkat Bicara

×

Maraknya Pungli Sekolah, Ketua BARAJP Sumenep Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

NET SYBER.COM, SUMENEP – Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARAJP), Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Asmoni (49) warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, mengecam keras atas sekolah yang melakukan Pungutan Liar (PUNGLI).

Hari ini, Iya angkat bicara soal pungutan liar yang dilakukan pihak sekolah, yaitu SMA 1 batuan, Asmoni menerangkan bahwa sekolah sudah di gratiskan semua untuk tahun ini.

“Sekarang kan SMA dan SMK sudah di geratiskan oleh Gubenur Jawa timur Khofifah Indar Parawansah, dan termasuk SPP, ini sdah termasuk pungli karena sudah menentukan nominal. Seperti pembelian buku 2 semester disini, tertera Rp. 730.000 tanpa mencantumkan item buku yg harus dibeli siswa per satuannya atau harganya perbuku,” tegas Asmoni.

Iya jugak mengatakan, bahwasanya kalau sumbangan sifatnya tidak memaksa, tidak menentukan nominal waktu, tanggal

“Kalau pungli itu menentukan nominal waktu dan tanggal, yang sifat nya bertentangan dengan peraturan pemeritah maupun hukum,” lanjut Asmoni Sabtu, (22/06/2019).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga sudah meminta agar seluruh pihak menjaga proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di Jatim agar berjalan bersih dan tidak ada pungutan sesuai ketentuan dalam pergub dan juknis yang dikeluarkan Pemprov Jatim.

“Untuk PPDB tolong dijaga jangan sampai ada pungutan apapun. Yang terbukti melakukan pungutan akan dikenakan sanksi berat,” tegas Gubernur Khofifah, Kamis (13/06/2019) lalu.

Iya juga akan memberikan sanksi tegas apabila ada pihak sekolah melakukan pugutan liar.

Praktisi hukum dan pengamat pendidikan juga geram atas tindakan sekolah yang berani dengan terang-terangan memungut biaya kepada siswa baru maupun siswa lama.

“Pungutan Liar memang jadi persoalan kita semua, saya selaku pemerhati dunia pendidikan dan juga seorang pengacara, sangat miris mendengarkan kata pungutan liar yang terjadi di SMA,” kata Ach. Supyadi SH, minggu, (23/06/2019).

Masyarakat jangan takut untuk melapor kepada penegak hukum jika terjadi jelang penerimaan siswa baru,” pungkasnya, (Tim/Spy/Day).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *