SUMENEP- Dikabarkan Kepala Dinas di Kabupaten Sumenep tidak lagi selaras dengan Bupati, hal ini menuai kontrofersi di kalangan publik hingga aktivis.
Baru-baru ini beberapa Kepala Dinas Kabupaten sumenep di kabarkan engan menemui tamu, kecuali tamu urusan Proyek.
Hal ini merupakan tradisi kepala OPD yang memang alergi dengan masyarakat, mau mengadu tentang pembangunan yang di kerjakan oleh beberapa orang saja, (OLIGARKI) main petak umpet.
Ada juga Kepala OPD yang seLalu open kepada siapapun, namun Kantor Satker tersebut pasti lahan nya kering dan tak berisi.
Apalagi sekarang juga beredar rumor kepala OPD takut kepada tiga kontraktor, sehingga apa yang iya mau pasti di kabulkan.
Ini merupakan sistem yang tidak lazim, sekelas kepala OPD takut kepada Kontraktor. Emang mereka siapa?.. sampai-sampai bentak dan memerintahkan seperti Bupati saja.
Apa ini emang di buat seperti ini oleh Bupati dari partai merah, atau hanya akal-akalan kotraktor saja, namun ini masi di telusuri oleh para aktivis.
Jika benar maka Sumenep tidak aman-aman saja, jika tidak maka Bupati harus mengambil langkah. Karena nama nya sering di catut oleh ketiga kontraktor ini. Dengan sebutan Bapak dan Bos. Mereka sering berlagak pendekar yang tak tertandingi.
Bupati Achmad Fauzi juga tidak boleh membiarkan hal ini terjadi, jika ini di biarkan seperti bola panas yang akan membakar siapa saja yang bermain nya. Seperti kasus besar yang menimpa BUMD beberapa tahun lalu, (Tim/Wh/Day).












