NETSYBER.COM, SUMENEP – Taman Tirta Sumekar Indah (TSI) Sumenep kini memakan korban. Bocah laki-laki umur 7 tahun bernama Afdan suhron asal, Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasian, Kabupaten Pamekasan, tewas dalam keadaan mulut berbusa.
Korban ditemukan tewas didalam kolam renang sedalam 80 cm, sekitar Pukul.11.30 Wib, saat lepas dari pengawasan orang tua dan penjaga wisata. Tepatnya di Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin, (10/06/2019).
Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Batuan untuk melakulan penyelamatan, namun korban sudah tidak beryawa.
” Awalya keluarga korban dari pamekasan ke (TSI) Sumenep mau rekreasi, namaun naas Suhron tewas saat lepas dari pengawasan. Korban beserta rombongan sekeluaraga tiba dilokasi, setelah keadaan posisi membeli tiket masuk, korban lansung menghilang. Namun naas suhron tewas dalam keadaan mulut berbusa,” ujar Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.
Selanjutnya, saksi atas nama Suroso (47) selaku keluargakorban sepat mencari korban, namun selang beberapa menit keluarga korban sudah menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Setelah menolong korban dari dalam kolam, Suroso lansung membawa korban ke Puskesmas batuan.
“Namun korban tidak tertolong. Menurut petugas Puskesmas Batuan, korban sudah meninggal di Taman Sumekar Indah (TSI) Sumenep,” tegas AKP Widiarti.
Saat ini Polisi masih mendalami penyebab tewasnya bocah tujuh tahun. Tempat Kejadian Perkara (TKP) diberi kini diberi garis Polisline.
Pemilik Taman Wisata Indah (TSI) Sumenep Kh. Abd Muis saat di konfermasi wartawan Net Syber.com Senin, (10/06) menuturkan,” Bahwa kejadian tersebut murni kecelakan, awalnya korban bersama keluarganya membeli tiket masuk, untuk per orang 10 ribu, setelah itu korban serta rombongan lansung berteduh di kasibo.
“Selang beberapa menit korban tidak ada di tempat. Keluarga korban langsung mencari nya, namun korban sudah di temukan tidak beryawa didalam kolam sedalam 80 cm khusus anak-anak,” kata Abd Muis mantan Wakil Bupati Sumenep.
Sekurity kolam padawaktu itu tidak melihat korban, karena waktu itu petugas dalam keadaan pergatian waktu jaga,” pungkasnya, (Tim/Whn/Day).












