BERITA

Seret Nama Bupati, Mafia Cukai dan Rokok Ilegal Jangan Berlidung di Paguyuban

×

Seret Nama Bupati, Mafia Cukai dan Rokok Ilegal Jangan Berlidung di Paguyuban

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – Nama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, mendadak dikaitkan dengan jaringan mafia rokok ilegal dan praktik jual-beli pita cukai. Isu tersebut langsung berbuntut panjang dan memicu reaksi keras dari orang nomor satu di Kabupaten Sumenep itu.

Fauzi menegaskan dirinya tidak pernah terlibat, apalagi melindungi pengusaha yang bermain di jalur ilegal. Ia menyebut informasi yang menyeret namanya hanya fitnah yang sengaja digulirkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

“Jangan sekali-kali mengatasnamakan saya untuk urusan bisnis, apalagi kalau itu melanggar hukum. Saya tidak pernah membela siapa pun!” tegas Fauzi, Selasa (24/9/2025).

Kemarahan Fauzi muncul setelah beredar kabar adanya oknum pengusaha rokok ilegal yang diduga bersembunyi di balik paguyuban perusahaan rokok di Sumenep. Menurutnya, cara-cara seperti ini bukan hanya mencoreng nama baik dirinya, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

“Kalau pengusaha bekerja dengan benar, silakan lanjut. Tapi kalau melanggar aturan, saya imbau untuk ditutup. Jangan harap ada perlindungan dari saya,” kata Fauzi menambahkan dengan nada tegas.

Di sisi lain, pengamat kebijakan asal Sumenep, Yusuf, mengingatkan bahwa keberadaan ratusan perusahaan rokok di Sumenep harus tunduk pada aturan negara. Ia menilai paguyuban yang dibentuk bisa menjadi solusi, bukan menjadi payung untuk aktivitas ilegal.

“Jangan sampai setelah dibentuk paguyuban bukannya mengatasi masalah, malah menambah masalah baru. Sudah ada yang mengaku-ngaku orang dekat bupati untuk memuluskan aksi ilegal tersebut,” ungkap Yusuf.

Yusuf juga menekankan bahwa adanya paguyuban PR di Sumenep seharusnya bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menaati hukum. “Kalau sampai dibiarkan, praktik rokok ilegal dan mafia pita cukai ini bisa mencoreng nama baik daerah,” ujarnya.

Isu ini dinilai sensitif karena Sumenep selama ini dikenal sebagai salah satu basis industri rokok terbesar nomor dua di Madura.

Penulis : Tim/wh/day

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *