BERITA

Seperti Menu Nasi Kucing, Siswa di Buluto Gak Mau Makan

×

Seperti Menu Nasi Kucing, Siswa di Buluto Gak Mau Makan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP- Seperti menu nasi kucing yang di jual pinggir jalan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Kali ini, keluhan datang dari wali murid Sekolah Dasar (SD) Buluto, Kecamatan Buluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kekecewaan orang tua mencuat setelah menu MBG yang disajikan kepada siswa dinilai semakin memprihatinkan.

Keluhan tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah ke media sosial WhatsApp (WA). Dalam unggahan itu, seorang wali murid menyampaikan keresahan atas kualitas menu MBG yang diterima anaknya setiap hari. Ia menilai sajian makanan jauh dari standar gizi yang seharusnya diterima oleh anak usia sekolah dasar Senin, (26/01/2026).

“Setiap hari menunya seperti ini. Kami khawatir, ini bukan soal gratis atau tidak, tapi soal kesehatan anak-anak kami,” tulis salah satu wali murid dalam unggahan yang kini beredar luas di kalangan masyarakat.

Program MBG yang sejatinya digagas untuk meningkatkan asupan gizi dan mendukung tumbuh kembang anak justru memicu tanda tanya besar di lapangan.

Wali murid mempertanyakan pengawasan dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut, khususnya dalam memastikan kualitas dan kelayakan makanan.

Sejumlah orang tua berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap keluhan ini. Mereka menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bentuk penolakan terhadap program MBG, melainkan alarm keras agar pelaksanaan program tidak menyimpang dari tujuan mulianya.

“Jangan sampai program yang baik rusak karena kelalaian atau permainan oknum tertentu. Anak-anak jangan dijadikan korban,” ujar salah satu wali murid.

Masyarakat mendesak dinas terkait untuk segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, serta membuka ruang pengawasan yang melibatkan sekolah dan wali murid. Transparansi dinilai menjadi kunci agar program MBG benar-benar memberikan manfaat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban dan keuntungan besar untuk pribadinya.

Kasus di SD Buluto ini menjadi peringatan serius. Jika dibiarkan, kepercayaan publik terhadap program strategis pemerintah bisa runtuh. MBG harus kembali ke khitahnya: memberi makan bergizi, bukan menambah kegelisahan orang tua.

Penulis: Tim/wh/day.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *