BERITAPEMERINTAHAN

Disdik Sumenep Ketakutan, Siapa Tikus Dibalik Seragam Merah Putih

×

Disdik Sumenep Ketakutan, Siapa Tikus Dibalik Seragam Merah Putih

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – Program Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, untuk memberikan seragam merah putih gratis bagi siswa SD hingga sekolah swasta dengan anggaran Rp3,5 miliar per tahun, kini menuai kritikan tajam. Program yang awalnya diharapkan mampu menyejahterakan penjahit lokal justru berubah menjadi program mensejahterakan Penjahat

Padahal, sejak awal Bupati Fauzi menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya para penjahit di Kabupaten Sumenep. Namun, faktanya pelaksanaan program justru dialihkan ke pabrikan besar dengan alasan keterbatasan waktu produksi dan biaya yang dianggap terlalu mahal jika dikerjakan oleh penjahit lokal.

Dari Hasil investigasi tkp86.com hasil rekaman mengungkapkan, perusahaan yang ditunjuk dalam program ini mengakui bahwa mereka hanya melaksanakan perintah pihak berinisial Ha, He, Ho, yang diduga menjadi aktor penting di balik distribusi proyek. Bahkan, Dinas Pendidikan Sumenep mengakui penunjukan proyek seragam merah putih ini tidak melalui sistem tender LPSE, melainkan penunjukan langsung (PL) dan atas perintah yang di atas.

Lebih jauh, perusahaan pelaksana juga disebut memberikan uang sebesar 50 juta kepada seseorang yang mengaku sebagai perwakilan penjahit se-Kabupaten Sumenep. Tujuannya, untuk meredam potensi gejolak hingga demonstrasi besar-besaran dari para penjahit lokal yang merasa dirugikan.

Namun, ketika dikonfirmasi, para penjahit mengaku kaget atas informasi adanya uang pelicin tersebut. Mereka menegaskan tidak pernah menerima ataupun mengetahui adanya kompensasi Rp50 juta.

Kekecewaan justru diarahkan pada praktik berulang, karena hampir setiap tahun program ini dikerjakan oleh Babebo dan di subkan ke pabrikan luar daerah dan bukan oleh penjahit lokal, sebagaimana cita-cita awal Bupati Fauzi.

Harapan mereka dari tahun 2022-2025 ingin mendapat pekerjaan menjahit yang di kucurkan oleh janji politik Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Namun kandas di tangan penerima pekerjaan tersebut

Penulis tkp86.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *