BERITA

Bikin Malu! Diminta Bayaran Oleh LC, Mantan Kades Longos Malah Aniaya dan Tabrak Korban

×

Bikin Malu! Diminta Bayaran Oleh LC, Mantan Kades Longos Malah Aniaya dan Tabrak Korban

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – Malam hiburan berubah menjadi mimpi buruk. Seorang mantan Kepala Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, yang dikenal dengan panggilan Nyok, diduga mengamuk dan melakukan aksi kekerasan brutal di dua lokasi berbeda pada Rabu (22/04/2026).

Insiden bermula saat Nyok mendatangi salah satu kafe karaoke di kawasan JB Sumenep bersama seorang pemandu lagu bernama Siren. Alih-alih pulang dengan tenang, suasana justru memanas usai sesi karaoke berakhir. Siren menagih bayaran atas jasanya, namun permintaan itu memicu cekcok sengit.

Diduga tersulut emosi, Nyok tanpa kendali melayangkan pukulan ke wajah korban. Siren pun mengalami memar akibat aksi kekerasan tersebut.

“Saya hanya minta hak saya, tapi malah dipukul. Wajah saya sakit dan memar,” ungkap Siren dengan suara bergetar.

Meski sempat berpisah, konflik belum berakhir. Beberapa jam kemudian, Nyok berpindah ke kafe lain, Cafe Mr. Di tempat itu, Siren kembali bertemu pelaku—meski duduk di meja berbeda. Kepada rekannya, korban mengungkapkan perlakuan yang ia alami.

Mendengar hal tersebut, seorang teman pria korban berinisial D mencoba menyelesaikan masalah secara baik-baik dengan menghampiri pelaku. Merasa terdesak dan mungkin malu, Nyok akhirnya membayar Rp400 ribu kepada Siren.

Namun, situasi kembali memanas di area parkir. Tak lama setelah keluar dari dalam kafe, Nyok masuk ke mobilnya jenis Honda HR-V. Beberapa menit kemudian, dari arah selatan parkiran, mobil tersebut melaju kencang dan diduga dengan sengaja menabrak D, teman Siren.

Akibatnya, D mengalami pembengkakan pada tangan kanan dan telepon genggamnya rusak parah.

“Dia datang ngebut, langsung nabrak saya. Ini bukan kecelakaan, ini sengaja,” tegas D.

Setelah insiden tabrak tersebut, pelaku langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi, meninggalkan korban dalam kondisi kesakitan.

Korban menilai tindakan mantan pejabat desa itu sudah melampaui batas dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas.

Penulis : Tim/wh/day.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *