AKARTA – Salah satu faktor yang dinilai menghambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sistem BI Checking (sekarang dikenal dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan/SLIK OJK) yang masih menjadi kendala besar bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Banyak pelaku usaha mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan akibat catatan kredit yang buruk, meski nilainya kecil dan sudah lama berlalu. Hal ini membuat peluang UMKM untuk berkembang menjadi terbatas, padahal sektor UMKM dikenal sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Menurut Hosni, Selain persoalan BI Checking, tingginya suku bunga bank juga menjadi sorotan. Pelaku usaha menilai bunga pinjaman yang tinggi membuat biaya modal semakin berat ditanggung. Alhasil, banyak UMKM kesulitan melakukan ekspansi usaha dan meningkatkan daya saing.
“UMKM seharusnya diberikan kemudahan akses permodalan. Tapi kenyataannya, mereka masih terbentur aturan kredit dan bunga yang mencekik. Kondisi ini jelas menghambat pertumbuhan ekonomi,” ungkap seorang pengamat ekonomi di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Pemerintah bersama otoritas keuangan diminta segera mencari solusi, mulai dari perbaikan sistem kredit hingga kebijakan suku bunga yang lebih bersahabat bagi sektor produktif.
Jika hambatan ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan UMKM sulit berkembang dan target pertumbuhan ekonomi nasional akan terhambat,
Penulis : Tim












