HUKUMKRIMINALPENDIDIKANPERISTIWA

Dua Aktivis Buka Data Kejahatan PIP, Cabang BRI Sumenep Mengaku

×

Dua Aktivis Buka Data Kejahatan PIP, Cabang BRI Sumenep Mengaku

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – Soal bobol nya uang Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Siswa tidak mampu tahun angaran 2021-2022, Kepala Bank Rakyat Indonesia mengaku sudah memberikan sanksi tegas kepada bawahan nya yang terlibat.

Namun, kepala Cabang Bank BRI Sumenep Heru Hendro Wardhono membantah jika bemberitaan atas judul “Bau busuk Oknum Pegawai Bank BRI Sumenep Mulai Terendus” dapat menyimpulkan sebagai berikut

“BRI telah menerima dan menindak lanjuti keluhan nasabah tersebut dan telah mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada oknum yang terlibat,” Ucap Heru, Rabu (24/05/2023).

Lanjut Heru, atas kejadian tersebut BRI telah menemui nasabah Ybs. Dan tidak ada kerugian yang di alami nasabah.

“BRI senantiasa menerapkan Zero Tolerance terhadap setiap tindakan Fraud dan menjunjung tinggi nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG) dalam menjalankan seluruh oprasional bisnisnya,” Ungkapnya.

Secara terpisah, tanggapan Kepala Cabang BRI Sumenep dapat kecaman keras dari ketua aktivis ternama yaitu, Dikdik Haryato dan Fauzi.

“Pernyataan Kepala Cabang telah menunjukakan bukti tentang perbuatan itu terjadi, karena sudah memberika sanksi kepada karyawan nya yang terlibat,” Kata Didik selaku ketua umum LSM BIDIK Sumenep, Kamis (25/05/2023).

Didik menyampaikan, jika telah mengantogi data siapa saja yang terlibat, baik dari pihak Bank, Dinas Pendidikan dan ada juga onnum DPR RI.

“Ini kejahatan Perbangkan, yang harus kita sikapi dengat serius, apalagi ini dana siswa tidak mampu,” Tegas Didik.

Menyikapi Peryataan Kepala Cabang BRI Sumenep, Fauzi yang terkenal fulgar jika ada persoalan kebijakan dan penyelewengan angaran dan bay data.

“Jawaban dari pimpinan cabang ini adalah jawaban konyol, sebab Fery sebagai pimpinan BRI unit Gapura baru diberikan sanksi pada sekitar 24 mei 2023, sementara dugaan pelanggaran itu terjadi sejak tahun 2022,” Ungkap Fauzi, Kamis (25/05/2023)

Fauzi menambahkan, jika Jawaban pada poin berikutnya juga pimpinan BRI terkesan main-main bahwa BRI telah menemui nasabah Ybs. dan memastikan tidak ada kerugian yang dialami oleh nasabah.

“Apakah kerugian lembaga atau SDI itu hanya dihitung materi dan angka. Lalu bagaimana kepala sekolah yang sebelumnya dicurigai menggelapkan dana PIP oleh wali-wali muridnya,” Lugasnya.

Menurutnya, Jika Pimpinan BRI benar melakukan investigasi  dengan serius maka korban yang bantuan nya diduga dibawa kabur oleh orang bernama Sailani dengan cara membuatkan rekening ganda pasti pinca BRI akan lebih bijak dan hati-hati dalam memberikan keterangan pers,

“Sebab dugaan kejahatan itu dilakukan di BRI unit Gapura dengan jumlah puluhan lembaga yang disertai data-data yang dipalsu seperti SDN Torjek I, SDN Kangayan II, SDN Saobi III, SDN Daandung I, dan Lain-lain.

Sabungnya, bagaimana seorang pegawai BRI seolah begitu bodoh dan lugunya tanpa menaruh kecurigaan sedikitpun jika pembuatan rekening puluhan lembaga dilakukan oleh satu orang.

“Apakah dibenarkan jika seluruh persyaratan pembuatan rekening siswa diantarkan kerumah pribadi kepala unit BRI,”

Dirinya, mendesak BRI Cabang Sumenep untuk membuka ke publik apa saja jenis pelanggaran yang dilakukan oleh Fery dan siapa saja yang bermain di internalnya,

“Publik juga berharap pimpinan BRI yang baru hitungan hari berdinas di Sumenep itu jujur mengakui bahwa karyawannya memang terlibat dalam memuluskan niat jahat komplotan pembobol PIP ini,” Pungkasnya, (Tim/wh/day).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *