BUDAYA

Nyadar, Tradisi Ini Dilakuakan Setiap Tahun Bagi Masyarakat Areal Penggaraman

×

Nyadar, Tradisi Ini Dilakuakan Setiap Tahun Bagi Masyarakat Areal Penggaraman

Sebarkan artikel ini

NET SYBER.COM – SUMENEP MADURA JAWA TIMUR” Asta Syeh Anggasuto dipenuhi ratusan warga untuk mengikuti upacara Nyadar atau Nyader (dalam sebutan bahasa madura) yang dilaksanakan di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ada yang menyedot perhatian pada pelaksanaan Upacara Nyadar ini. Ternyata warga yang mengikuti upacara adat itu sebagian besar dari desa tetangga yakni Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget. Mereka datang bukan lewat darat, melainkan melalui jalur laut dengan menaiki perahu.

“Upacara adat Nyadar ini memang dilakukan di Desa Kebundadap Barat, Saronggi. Tapi sebagian besar warga yang ikut upacara tersebut adalah warga dari Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget,” kata Kepala Desa Kebundadap Barat, Saronggi, Sumenep, Jawa Timur.

Upacara Nyadar tersebut sebagai ungkapan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pemberiaan berkah khususnya hasil dari panen garam dan rasa terima kasih terhadap leluhur warga Pinggir Papas. Nyadar diadakan di Desa Kebun Dadap Barat, Kecamatan Saronggi.

“Syeh Anggasuto ini merupakan sesepuh warga Pinggir Papas yang datang ke Pulau Madura dalam rangka menyebarkan Syiar Islam dan sekaligus penemu pertama kali mengenai garam dan cara membuat garam. Nyadar ini sebagai bentuk penghormatan terhadap beliau selaku pembawa rezeki,” paparnya.

Upacara Nyadar dilaksanakan dua kali dalam setahun. Untuk tahun ini, Nyadar digelar pada bulan Agustus dan September. “Nyadar dilakukan saat bulan terang, seperti hari ini,” ujarnya.

Didik mengungkapkan, setiap pelaksanaan upacara Nyadar, selalu mengundang perhatian masyarakat. Tidak hanya dari Sumenep sendiri, bahkan dari Pamekasan dan Sampang pun juga datang.

“Mereka ingin melihat langsung upacara Nyadar tersebut. Dan kami juga bersyukur selama bertahun-tahun upacara Nyadar berlangsung aman dan lancar, meski ratusan warga berbondong-bondong datang ke lokasi ini,” tukasnya.

Selama pelaksanaan Nyadar akan ditemukan penyatuan 2 Budaya dari 2 Kepercayaan dan Keyakinan yaitu antara Agama Islam dan Hindu. Hal ini dikarenakan nenek moyang warga Pinggir Papas itu adalah Pasukan Bali yang menetap disana.(Tim/Syber).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *