PEMERINTAHANPERISTIWA

Persoalan Nenek Jumanti, Ketua KADIN Sumenep Sisakan 5% Dari Angaran Infrastruktur

×

Persoalan Nenek Jumanti, Ketua KADIN Sumenep Sisakan 5% Dari Angaran Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

NET SYBER.COM, SUMENEP – Viral nya seorang Nenek Jumanti (65) yang hidup sebatang kara, hanya bisa pasrah dan tidak pernah tersetuh oleh Pemerintah desa maupun pemeritah Daerah. Tepatnya di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Nenek Jumanti kini sudah mulai jadi perhatian publik, hingga banyak Donatur yang bersedia untuk menuntaskan rumahnya. Iya tinggal dikawasan pusat perkotaan Sumenep, tampa adanya penerangan lampu dan MCK.

Menyoroti soal minimnya bantuan terhadap fakir miskin dan rumah tidak layak huni. Kini ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Sumenep, Hairul Anwar angkat bicara.

“Dari 100 % dana infrastruktur, anggaplah 300 milyar sampai 400 milyar. Sisihkan 5 % untuk pembangunan yang bersifat Sosial, seperti panti-panti jompo disetiap Kecamatan, kan banyak adik-adik kita dari lulusan bidan yang ngangur,” tegas Hairul Anwar kepada Net Syber.com, Sabtu (29/06/2019).

Tak hanya itu, iya jugak menjelaskan bahwa bidan-bidan yang ngangur dan sarjana keperawatan bisa di pekerjakan, untuk mengurus orang-orang jompo ditiap-tiap kecamatan.

“Kita pergunakan tenaga mereka, daripada jadi tenaga Sukarelawam (SUKWAN) yang tidak digaji di Puskesmas-puskesmas, kita pergunakan tenaga mereka dan kita gaji. Ini sangat menarik ketika diangkat menjelang Pilkada dan ini bukan masalah politik tapi masalah sosial yang harus kita tuntaskan bersama,” ucap Hairul.

Menurutnya, untuk menuntaskan masalah Sosial, 5 % dari 400 milyar hanya 20 milyar untuk menuntaskan masalah sosial seluruh Kecamatan se-Kabupaten Sumenep.

“Munkin untuk tahun pertama butuh 2 milyar dalam membangun rumah-rumah jompo ditiap kecamatan dan kita rawat orang-orang yang terlantar. Inilah fungsi dari undang-undang dasar 1945 pasal 34 yang berbunyi, fakir miskin dan anak anak terlantar dijamin dan dipelihara oleh negara, inilah wujud dari kita adalah merdeka, kalau kita seperti ini buat apa kita merdeka,” ujar Hairul.

Dirinya berharap pemerintah daerah selalu mengutamakan pembagunan yang bersentuhan dengan Sosial, (Tim/Red/Day).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *