SUMENEP – Hampir setiap tahun Putra Daerah seperti Said Abdulah melakukan bakti sosial seperti bagi-bagi sembako kepada fakir miskin dan anak yatim. Framing jahat ini sering di lancarakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menjatuhkan lawan Politik nya di 2024.
Namun persoalan bagi-bagi sembako ini dapat dukungan positif oleh masyarakat Madura khususnya di Kabupaten Sumenep.
Yon selaku warga Sumenep sangat menyayangkan framing jahat yang di lontarkan di media sosial adalah bentuk upaya untuk menjatuhkan lawan Politik.
“Ini merupakan agenda tahunan untuk warga Sumenep menerima sembako dan uang tunai, orang yang nyiyir pastinya dia tidak bisa berbuat seperti Pak Said Abdulah. Apalagi dirinya selaku putra perduli terhadap fakir miskin dan anak yatim,” Ucapnya, sabtu (29/04/2023).
Menurutnya, sosok atau figur anggota DPR RI dan juga ketua Banggar seperti ini jarang di temukan, rasa kepedulian kepada sesama dalam bentuk bakti sosial dan mampu memajukan Kabupaten Sumenep, baik di bidang Pendidikan maupun ke agamaan.
“Namun saya yakin masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sumenep tidak terpancing dengan isu yang membuat kegaduhan, mereka hanya bisa nyinyir dan memfitnah tapi tidak bisa berbuat untuk kesejahteraan masyarakat,” Ungkapnya.
Said Abdulah adalah Anggota DPR RI dari Partai PDIP. Dirinya juga sering melakukan bakti sosial kepada masyarakat madura khususnya di Kabupaten Sumenep. Hampir setiap tahun 1750 ribu paket sembako di bulan Romahan di salurkan.
Tak hanya bantuan sembako, Said Abdulah juga membangun Sekolah Gratis bertaraf Internasional di Kecamatan Manding serta membagun masjid di tiap-tiap Desa.
Bahkan teman Bermain saat kecil dan kerabat dekat di berangkatkan umroh gratis ke tanah suci.
Framing jahat ini sengaja untuk menjatuhkan Said Abdullah dengan dalih melanggar ketentuan pemilu, namun penetapan caleg belum di mulai.
Said Abdullah menjelaskan, jika dirinya dilaporkan ke Bawaslu dengan tuduhan politik uang dan melangar ketentuan Pemilu.
“Ini Framing Jahat maksud nya untuk apa, penetapan belum, Pencalonan belum dan Kampanye juga belum. Ini motif nya apa,” Kata Pentolan PDIP asal sumenep.
Dirinya juga menjelaskan jika bagi-bagi sembako dan uang tunai berujuan untuk meringankan beban masyarakat khususnya fakir miskin dan anak yatim.
“Pembagian zakat dan uang tunai setiap tahun saya salurkan, coba dimana salah nya,” Ungkapnya.
Kendatinya, Melalui bakti sosial pembagian sebako dan uang tunai adalah ritual tahunan untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah, (Tim/wh/Day).












