SUMENEP – Dalam rangka menjaga Warisan Budaya Keraton, Adat isti adat dan Kesenian Rakyat. Bupati Sumenep juga akan memulihkan perekonomian Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Secara Geografis Kabupaten Sumenep menganut sistem kerajaan, itu dilihat dari peninggalan cagar budaya Seperti Keraton, Masjid Jamik, Asta Tinggi.
Maka dari itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi akan memberlakukan semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memakai baju adat di hari – hari tertentu.
“Baju adat yang akan di pakai ASN itu berupa Baju batik dan Blangkon khas Sumenep. Tidak hanya Baju adat, kesenian Sumenep juga akan di hidupkan kembali,” Ucapnya, Kamis (16/06/2022).
Menurutnya, Kesenian Sumenep yang akan di hidupkan kembali seperti, Topeng dheleng, Tari muang sangkal, Macopat, Rokat Tasek, Nyadhar, Lodruk, Ojung, Tayup, Mamaca, Saronen, Tan pangantanan, Pangantan Leghe, Tari Gambhu.
“Untuk peningkatan perekonomian, seluruh pengrajin Batik tulis Sumenep yang selama ini tidak berkembang karena kesulitan bangsa pasar, kini akan mengerjakan seragam Seluruh ASN,” Ujarnya.
Dengan program ASN wajib memakai Batik khas sumenep seperti Batik Bha’dhay, dan itu akan di kerjkan oleh masyarakat Desa Pakandangan, Kecmatan Buluto.
“Kepada seluruh PNS nantinya tidak lagi memakai batik Printing atau batik dari luar Daerah, karena para pelaku usaha batik tulis asli sumenep akan di berdayakan dengan program tersebut,” Imbuhnya.
Tidak hanya Batik ASN yang akan di kerjakan oleh pengrajin batik asli sumenep, termasuk Blangkon juga akan di kerjakan oleh pelaku usaha yang ada di Kabupaten Sumenep.
“Produksi Blangkon nantinya akan di gunakan oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten, dan akan dikejakan oleh seluruh pengrajin lokal,” Kata Bupati Achmad Fauzi.
Dengan Program tersebut Bupati Achmad Fauzi berharap, para pelaku usaha UMKM dan kesenian yang ada di Kabupaten Sumenep nantinya bisa menjaga dan melestarikan warisan budaya, serta bisa meningkatkan perekonomian.












