BERITABUDAYA

Tradisi Mudik Gratis 2024, Budayawan Asal Sumenep Berikan Motivasi dan Nilai-nilai Budaya

×

Tradisi Mudik Gratis 2024, Budayawan Asal Sumenep Berikan Motivasi dan Nilai-nilai Budaya

Sebarkan artikel ini

SUMENEP -Madura kaya akan budaya dan tradisi. Salah satunya yaitu saat hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha terdapat tradisi ‘Toron‘ atau pulang kampung

Tradisi Toron atau mudik tak hanya pada momentum Idul Adha, lebaran Idul Fitri pun banyak dimanfaatkan masyarakat Madura, Sumenep pada khususnya untuk pulang ke kampung halaman guna merayakan lebaran bersama sanak keluarga

Diketahui, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep di bawah tangan dingin Bupati H. Achmad Fauzi untuk meringankan beban warga, kembali melaksanakan program mudik gratis Jakarta – Sumenep.

Berdasarkan jadwal, mudik gratis dalam rangka lebaran Idul Fitri 2024 akan berangkat pada Sabtu, 6 April 2024. Titik kumpul, parkir sisi timur Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Finish, depan Pendopo Keraton Sumenep.

“Saya harap warga Sumenep yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya dapat menikmati program mudik gratis ini bersama keluarga dengan penuh kegembiraan,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Ibnu Hajar, selaku budayawan asal Sumenep menjelaskan, latar belakang kata Toron, atau yang akrab di masyarakat kekinian disebut mudik, adalah tradisi bagi para perantau asal Madura, Sumenep.

“Kalau saya sendiri menyebutnya, budaya Toron, mudik atau pulang kampung saat hari raya, saya menyebutnya perjalanan cinta, kenapa? Ketika mereka pulang dari rantau bertemu keluarga, soan ke kuburan keluarga yang meninggal

budaya Toron atau mudik, terkadang dimanfaatkan para perantau untuk pamer kesuksesan. Untuk itu pihaknya berpendapat agar dikembalikan dari nilai-nilai mudik itu sendiri.

“Semoga budaya mudik para perantau tidak dimanfaatkan hanya untuk menunjukkan kesusksesan di tanah rantau,” imbuhnya.

Perantau asal pulau Talango, Buhari mengaku tidak pernah absen untuk Toron atau mudik ke kampung halaman saat hari raya tiba, baik Idul Fitri maupun lebaran kurban.

Pengusaha toko kelontong ini menganggap, pulang kampung bagi perantau seperti dia dan rekan sejawatnya, menjadi obat melepas rindu kepada sanak famili.

“Alhamdulillah, setiap lebaran pasti kami sempatkan untuk Toron atau mudik, bersilaturahim dengan keluarga,” . Rabu (20 Maret 2024).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *