SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,6 miliar untuk melakukan pengerukan di dua aliran sungai yang kerap menyebabkan banjir saat musim hujan.
Kepala DPUTR Sumenep, Ery Susanto, menyebut dua sungai tersebut yakni Sungai Kalianjuk di Dusun Barat Sungai, Desa Patean, Kecamatan Batuan, serta Kalimarengan yang terletak di Desa Pabian, Kecamatan Kota.
Proyek normalisasi direncanakan dimulai pada pertengahan tahun 2025, antara Mei hingga Juni.
“Kedua sungai ini menjadi langganan banjir akibat pendangkalan dan sedimentasi. Maka normalisasi menjadi prioritas untuk meminimalkan risiko banjir yang terus berulang,” ungkap Ery, Rabu (5/04/2025).
Menurut Ery, pengerukan terakhir di Kalimarengan dilakukan pada tahun 2013 dan terbukti efektif menekan genangan air.
Namun, sedimentasi kembali terjadi seiring waktu, diperparah oleh kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai.
“Ini soal perilaku. Percuma dikeruk kalau sungai terus dijadikan tempat sampah. Maka kami juga dorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai,” katanya.
Sementara Sungai Kalianjuk, yang terakhir kali mendapat penanganan sekitar 2015-2016, kini juga mengalami pendangkalan parah.
Padahal, sungai ini berfungsi vital sebagai jalur pembuangan utama air dari kawasan hulu seperti Ambunten, Guluk-Guluk, Ganding, hingga Lenteng.
“Sering kali banjir di kota terjadi bukan karena hujan lokal, tapi kiriman air dari hulu. Sungai Kalianjuk dan Kalisarokah jadi jalur limpasan. Kalau tersumbat, air meluap ke permukiman,” jelas Ery.
Meski status dua sungai itu berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Sumenep tetap mengambil langkah proaktif.
Pihaknya telah menyampaikan permohonan resmi ke Pemprov agar turut menangani pengerukan, termasuk saluran pembuangan dari pompa milik PT Garam ke arah timur.
“Kami ingin langkah ini berdampak nyata. Penanganan banjir harus dilakukan dari hulu ke hilir secara terintegrasi,” pungkas (Tim/wh/day).












