SUMENEP – Gerai Mie Gacoan di Sumenep terancam sepi pengunjung dan mengalami kolaps kepercayaan publik. Penyebabnya bukan harga atau rasa, melainkan pelayanan yang dinilai arogan dan jauh dari sopan santun yang dijunjung tinggi masyarakat Bumi Keraton Rabu (08/01/2026).
Dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Konsumen pun mencuat.
Peristiwa bermula saat seorang pengunjung bernama Fajar, bersama istri dan rekan kerjanya, datang untuk menyantap menu mie pedas yang populer itu.
“Saya ini pelanggan Mei Gacoan tapi kalau pelayanan nya seperti ini saya sangat kecewa, karena pelayanan sangat kasar terhadap kami,” Ucapnya
Menurut Fajar, Masalah muncul ketika hidangan telah tersisa separuh. kemudian meminta tisu yang berada di area depan kasir. Alih-alih dilayani dengan ramah
“Namun seorang pegawai melarang pengambilan tisu tersebut dan menyampaikan larangan dengan nada sinis. Sikap ini timbulkan rasa kekecewaan kami selaku konsumen,” Ujarnya.
Kendati demikian, Fajar menyampaikan jika setelah masalah tisu selesai dirinya mau meminta sendok dan dan karyawan nya dengan nada kasar menolak permintaan itu.
“Ada sendok, pelayanan itu bilang gak ada dan dia bilang kalau di mie Gacoan tidak menyediakan sendok dengan nada kasar,” terang nya.
Insiden ini memunculkan pertanyaan serius soal kepatuhan pelaku usaha terhadap UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 4 UU tersebut menegaskan hak konsumen atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan/atau jasa.
Pelayanan yang bernada merendahkan jelas bertentangan dengan asas kenyamanan dan penghormatan terhadap konsumen.
Lebih jauh, Pasal 7 mewajibkan pelaku usaha beritikad baik, memberikan informasi yang benar, serta melayani konsumen secara jujur dan tidak diskriminatif. Melarang akses tisu tanpa penjelasan yang pantas terlebih dengan sikap sinis berpotensi melanggar kewajiban pelayanan yang beretika.
Bahkan, bila berdampak pada ketidaknyamanan atau kerugian immaterial, Pasal 19 membuka ruang tanggung jawab ganti rugi kepada konsumen.
Penulis: Tim/wh/day.












