JAKARTA – Kabupaten Sumenep kembali diguncang badai gempa 6,5 SR. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan gempa susulan masih terus berlangsung hingga Kamis (2/10/2025) siang pukul 11.49 WIB, dengan kekuatan terbesar magnitudo 4,4 dan terkecil 1,1.
Tidak menutup kemungkinan gempa susulan akan terjadi setiap waktu dan di harap masyarakat Jawa Timur Khususnya Kabupaten Sumenep terus waspada.
“Sebanyak 77 kali gempa terjadi semalam sejak pukul 23.49 WIB hingga 05.49 WIB pagi tadi, dan siang ini tercatat empat kali gempa,” tegas Daryono di Jakarta
Data sementara BMKG mencatat Kecamatan Gayam menjadi wilayah terparah: 121 rumah luluh lantak, enam masjid, satu mushala, delapan sekolah, dan satu puskesmas dua lantai rusak akibat guncangan. Di Kecamatan Nonggunong, 17 rumah hancur, dua masjid, satu mushala, dan tiga sekolah ikut terdampak.
Kerusakan juga menyebar ke Kecamatan Talango dengan satu rumah roboh, serta satu rumah di Desa Benuaju Timur, Batang-Batang.
Tak hanya bangunan, gempa juga melukai warga. Enam orang terpaksa dirawat di Puskesmas Gayam akibat luka serius. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa.
BMKG memastikan sumber gempa berasal dari aktivitas tektonik kerak dangkal akibat pergerakan sesar aktif di dasar laut, yang berasosiasi dengan perpanjangan sesar offshore Zona Kendeng atau Madura Strait Back Arc Thrust. Mekanisme pergerakan disebut naik (thrust).
“Masyarakat harus tetap waspada, tidak panik, dan segera menjauhi bangunan retak atau berpotensi roboh.” Pungkasnya,
Penulis: Tim/Merah Putih












