BERITAPOLITIK

Tak Disangaka, Dari Prangkat Desa Karir Politik Musahwi Dibangun Hingga Dua Preode di Gedung DPRD Sumenep

×

Tak Disangaka, Dari Prangkat Desa Karir Politik Musahwi Dibangun Hingga Dua Preode di Gedung DPRD Sumenep

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – Dalam dinamika politik lokal Sumenep, nama Musahwi semakin bergema. Sosok yang awalnya hanya dikenal sebagai perangkat Desa Kolor, kini menjelma menjadi figur politik dengan magnet elektoral yang sulit diabaikan. Dari modin desa yang sederhana, ia berhasil menduduki kursi DPRD Kabupaten Sumenep dua periode berturut-turut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota.

Di mata masyarakat, Musahwi bukan sekadar politisi biasa. Ia lahir dari rahim desa, tumbuh bersama denyut kehidupan rakyat kecil, dan memahami betul apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ketika ia menjabat sebagai modin atau penghulu desa, Musahwi bukan hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga hadir sebagai pengayom, penengah konflik, bahkan menjadi simbol kedekatan spiritual bagi warga. Dari sinilah ia mulai membangun modal sosial yang kemudian berubah menjadi modal politik.

Langkah politik Musahwi menanjak ketika ia memilih Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai kendaraan perjuangan. Dengan partai berlambang matahari terbit itu, ia menapaki jalur politik yang lebih besar. Hasilnya, dukungan masyarakat yang begitu solid menghantarkan Musahwi ke panggung DPRD. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya sekali, melainkan dua kali periode ia dipercaya rakyat untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Bagi sebagian pengamat politik, keberhasilan Musahwi bukanlah sekadar kemenangan elektoral. Ia dianggap sebagai representasi politik akar rumput yang sukses menembus elit kekuasaan. Fenomena Musahwi membuktikan bahwa politik tidak melulu milik mereka yang berangkat dari keluarga terpandang atau punya modal finansial besar. Justru, Musahwi hadir dengan modal kepercayaan, kedekatan emosional, serta legitimasi moral yang dibangun bertahun-tahun bersama masyarakat.

Tak heran jika kemudian banyak partai politik lain yang mulai melirik dirinya. Magnet Musahwi dianggap mampu mendongkrak suara, apalagi di Dapil Kota Sumenep yang terkenal dengan peta politiknya yang dinamis dan sarat persaingan. Namun, Musahwi tetap memilih untuk konsisten bersama PAN, partai yang telah menjadi pintu pertama langkahnya menapaki panggung legislatif.

Kini, Musahwi bukan sekadar anggota dewan. Ia menjadi ikon politik desa yang berhasil menembus barikade elit. Karirnya menunjukkan bahwa politik sejati lahir dari bawah, dari mereka yang memahami denyut nadi rakyat, lalu mengartikulasikan suara itu di ruang-ruang kebijakan.

Seperti dikatakan oleh seorang pengamat politik lokal, fenomena Musahwi adalah “ilustrasi bagaimana seorang perangkat desa bisa menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan, karena ia lahir dari rakyat dan kembali untuk rakyat.

Dari modin desa hingga menjadi wakil rakyat dua periode, Musahwi seakan menegaskan satu hal: bahwa politik bukan semata soal kekuasaan, melainkan amanah besar untuk memperjuangkan harapan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *