SUMENEP – Kinerja Tim monitoring beras Aparatur Sipil Negeri (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dan Supplier PD Sumekar Terbongkar.
Gagalnya dalam terhadap pengawasan oleh tim monitoring disebabkan karena Beras untuk ASN yang di sebar olep Supplier PD Sumekar di Bulan Mei 2022 mencuat ke publik.
Asmuni Ketua Bara Nusa menjelaskan, jika Beras yang biasanya bagus atau kwalitas Prermium kini berubah, dari segi warna beras tersebut mirip beras masyarakat miskin (RASKIN) atau ber kwalitas medium.
“Program Bupati Achmad Fauzi untuk Setabilkan harga Beras, Serap gabah petani dan peningkatan perekonomian Daerah, kini dicedrai oleh oknum-oknum suplair nakal PD.Sumekar,” Ungkapnya.
Menurutnya, Sebelum beras di sebar di setiap OPD pihak Tim Monitoring yang terdiri dari Sekretaris Daerah, Akademisi, Praktisi dan Kelompok Tani mengecek terlebih dahulu kwalitas Beras ASN tersebut.
“Namun Tim Monitoring selaku pengawasan dan pembinaan tidak melakukan kewajiban nya, sehingga beras yang tidak sesuai dengan pagu yang sudah di tentukan, lolos di sebar dibeberapa OPD,” Ujarnya.
Secara terpisah, Humas PD. Sumekar menjelaskan jika Beras ASN sebelum di sebar ke tiap OPD, tim monitoring melakukan pengawasan.
“Soal kualitas beras, ada tim monitoring dan tim pengawas yang bertanggung jawab, kami PD Sumekar hanya tehnis saja,” kata Humas PD Sumekar Sumenep, Adi Pranoto, Jum’at (27/05/2022).
Beras yang dibagika ke ASN dalam program Bupati tersebut, dipasok oleh empat supplier, yakni UD Bakti, UD Hatapan Jaya, UD Rizki Jaya, serta UD Beras Saya 552,” Ucapnya.
Beras-beras tersebut dibagikan langsung oleh supplier kepada ASN penerima, sebelumnya sudah menyetorkan surat pernyataan siap dipotong tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN melalui Bank BPRS ke PD Sumekar.
“Untuk jatah per supplier, itu dibagi rata sesuai jumlah ASN penerima. Dan jumlah untuk perbulannya, itu tidak sama, tapi terus naik. Yakni mulai dari kisaran 300 orang ASN, 1.000 ASN, 1.500 ASN, hinggs per bulan Mei (bulan ini red) jumlahnya naik drastis menjadi 2.100 ASN,” papar Adi (sapaak akrab Adi Pranoto).
Disinggung soal siapa saja orang yang terlibat dalam Tim monitoring serta pengawas kualitas beras ASN Bupati itu, Adi mengaku. Bahwa mereka semua dibentuk dan di SK oleh pemerintah daerah Kabupaten Sumenep.
“Dalam tim itu terdiri dari Sekretariat Daerah, Akademisi, Paraktisi dan Kelimpok Tani. Dan selebihnya, mohon maaf saya tidak tahu,” pungkasnya, (Tim/Wh/Day).












