HUKUMKRIMINALPERISTIWA

Waduh! Di kosan Main Gituan, Bisnis Esek-esek Sumenep Menurun Tajam Sampai Rela Jadi Istri Simpanan

×

Waduh! Di kosan Main Gituan, Bisnis Esek-esek Sumenep Menurun Tajam Sampai Rela Jadi Istri Simpanan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP –  Pendapatan Seorang Pekerja S3k Komersial (PSK) saat Pandemi Covid-19 semakin merosot tajam, bahkan banyak beralih Profesi sebagai Pemandu lagu dan jualan Online, Tepat nya di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (28/01/2021).

Sebut Saja bunga, dirinya berasal dari Kota Sumenep, mengaku saat Pandemi Covi-19 melanda, pengasilan nya menjadi Pekerja S3k Komersial (PSK) sangat menurun jauh. Di bandingkan tahun-tahun sebelum nya.

Bunga mengaku bahwa sebelum Covid-19 melanda pengahasilan bisa tembus Rp. 3.000.000/hari. Dengan tarif sekali tidur dengan pria hidung belang Rp. 750.000.

Dirinya juga menjelaskan bahwa saat Pandemi, Bunga beralih profesi sebangai Pemandu lagu dan jualan kuliner secara Online dengan penghasilan kurang lebih Rp. 300.000 sampai Rp. 500.000/ hari, itupun kotor.

“Saya mulai tidak tertarik lagi berkerja sebagai PSK dan kegiatan saya selama Pademi sebagai Pemandu lagu di tempat-tempat Karaoke dan jualan Kuliner secara Online,” Ucap Bunga, Saat di Konfermasi tkp86.com secara khusus tdan tidak mau di sebutkan nama aslinya.

Menurutnya, Pekerjaan sebagai PSK memang menjanjikan namun Bunga mempunyai niat untuk berhenti dan mencari pekerjaan yang halal.

“Sebenar nya saya tidak mau bekerja seperti itu mas..namun karena faktor ekonomi dan setatus saya seorang janda, serta menanggung seorang anak dan membantu beban orang tua,” Ujarnya.

Teman-teman bunga satu Profesi masi banyak yang tetap memilih menjadi PSK, Istri simpanan dan ada juga yang hanya kumpul kebo di Kosan.

“Teman saya ada juaga yang masi menjadi PSK, Istri Simpanan, Kumpul kebo. Bahkan ada juga yang pindah daerah,” Kata Bunnga.

Kata Bunga, dikosan tempat dirinya tinggal waktu lalu, menjadi tempat hubungan mesum bagi laki-laki hudung belang.

“Saya tau sendiri, kosan saya dulu itu di buat ajang mesum, karena sangat bebas dan tidak di atur waktu tamu jam malam. Bahkan kalau mau main. Pria hidung belang itu datang nya tengah malam, setelah selesai gituan cowok nya langsung pergi, beberapa jam datang lagi pria lain masuk,” Ungkapnya.

Peristiwa itu sudah berlangsung lama dan tidak satupun aprat yang nyentuh, karena banyak oknum yang membekingi. Bahkan menurut nya, anggota juga banyak yang dikosan hidup seperti suami istri.

“Saya dulu seperti itu mas, jadi simpanan oknum anggota tapi hanya sebentar, karena takut ketahuan istri tuanya,” Pungkasnya, (Tim/Wh/Del/Des).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *