NET SYBER.COM, SUMENEP – Salah Satu Warga Desa Gapura Barat di aniaya puluhan orang di depan Polsek Gapura, hingga Babak belur. Holik selaku korban penganiayaan secara brutal, langsung dibawa ke RSUD MOH ANWAR Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (17/09/2020).
Berawal Korban yang juga berprofesi wartawan media online, mencoba memperjuangkan jalan desanya yang rusak parah, akibat dilalui oleh kendaraan berat yang mengangkut material bangunan. Namun aksi tersebut berujung pengeroyokan di depan Polsek Gapura.
“Kami sudah kordinasi kepada camat dan polsek serta PU BINAMARGA bahwa perusahaan tersebut mau memperbaiki jalan yang rusak, namun janji itu tidak di tepati, terpaksa saya tutup untuk kendaran bermuatan material,” Kata Holiq, Selasa (18/09/2020).
Selajunya, terjadi ketegangan antara korban dengan sekolompok orang, namum menurutnya bukan orang Desa Gapura Barat, melaikan warga Desa Paloloan.
“Lalu terjadilah peristiwa pengoroyokan. Saya di hantam helm lalu ditendang, dipukul oleh puluhan orang, hinnga lebam seluru tubuh saya,” Ucap Holiq
Kepala Kepolisian Resort Sumenep AKBP Darman menjelaskan, kejadiaan dugaan penganiyaan itu dipicu dengan adanya penutupan jalan menggunakan mobil yang diduga milik korban. Tujuannya, agar truk pengangkut material tidak masuk dari Gapura ke Gresik Putih.
“Kejadiannya dekat Mapolsek. Karena ada penghadangan jalan itu maka warga agar kendaraan itu dipindah. Bahkan, Kapolsek dan anggota juga meminta untuk dipindah kendaraan yang menutup jalan itu. Namun, ternyata tidak berhasil,”Ungkapnya.
Lantaran kendaraan tetap menutup akses. Sebab, yang melewati jalan tak hanya kendaraan material PT, Garam, melainkan jalan umum. Sehingga, terjadilah penganiyaan kepada korban.
“Ya, sudah ada kesepakatan PT Garam akan melakukan perbaikan kepada jalan rusak tersebut,” Pungkasnya.












