HUKUMKRIMINALPERISTIWA

Siswa Meninggal, Dididuga Dianiaya Oknum Guru

×

Siswa Meninggal, Dididuga Dianiaya Oknum Guru

Sebarkan artikel ini

NET SYBER.COM-SUMENEP JAWA TIMUR”Keluarga korban, Restiani dan didampingi Pengacara Wiwik Karim SH, datangi Polres Sumenep, terkait dugaan penganiayaan oleh oknum guru disalah satu Sekolah Menegah Keatas. Yaitu (SMA) Batuan, Kecamatan Batuan,Kabupaten Sumenep,Jawa Timur, hari selasa,(19/03/2019)

Berawal dari kejadian tersebut (ADR),(17), selaku siswa 11 A (SMA) Batuan, diduga dianiaya oleh oknum guru, dengan cara dipukul pakek gayung pada bagian kepala, lantaran korban tidak mengerjakan tugas dan tidur dikelas pada saat jam belajar,”kata Resti

Setelah kejadian beberapa minggu lalu korban (ADR) mengalami pusing dan kejang-kejang, hingga dirawat dipuskemas lenteng, namun tidak mampu,ahirnya korba dibawa kerumah sakit Moh Anwar, pihak rumasakit jugak menyarankan korban dirujuk kerumah sakit Pamekasan, lantaran keterbatasan peralatan,”ujar Resti.

Dokter rumah sakit pamekasan menyatakan bahwa ada pembekuan darah akibat benturan benda keras. Dari hasil Foto Rongen dokter jugak mengatakan adapembekuan darah diotak belakang. Hingga korban sempat mengalami kejang-kejang, namun pihak rumasakit jugak menyarankan untuk di bawak ke rumasakit surabaya,”pungkas Resti.

Keluarga korban berencana untuk membawa (ADR) kerumasakit surabaya,namun pada hari itu (ADR) tidak tertolog, menghembuskan nafas terahirnya pada hari senin,”tegas Rerti.

Kasubag Humas Polres Sumenep Akp Moh.Heri mengatakan, bahwah kasus dugaan penganiayaan siswa SMA Batuan  hingga meninggal dunia, yang dilaporkan oleh pihak keluarga korban, akan bentuk tim untuk meyelidiki dugaan penganiayaan siswa oleh oknum guru.

Wiwik Karim SH, selaku yang mendampingi keluarga korban berharap kepada Penyidik Polres Sumenep Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak,(PPA) agar kasus Penganiayaan sodara (ADR) segera cepat terungkap,”Pungkasnya,(Whn/Day).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *