PERISTIWA

Heboh”Penemuan Benda Peningalan Masa Kerajaan Di Proyek Jalan Tol

×

Heboh”Penemuan Benda Peningalan Masa Kerajaan Di Proyek Jalan Tol

Sebarkan artikel ini

NET SYBER.COM-MALANG”Situs kuno susunan batu bata ditemukan di tengah proyek jalan tol Pandaan-Malang.Tempat lokasinya berada di Stasiun STA 37 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang,Jawa Timur

Earga setempat mengaku, jika situs yang sudah rusak karena aktivitas proyek tol, keberadaannya sudah lama diketahui warga. Bahkan, sesekali banyak orang datang untuk mengharap berkah di situs tersebut.

Saya seringkali mendatangi situs yang kini dalam penelitian Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur itu. Tujuannya, hanya mengirimkan doa kepada para leluhur.”kata gatot

Ditanya cerita banyaknya warga menemukan benda cagar budaya, seperti uang gobog, guci, kaca benggala, bahkan emas dan perhiasan lain ? Gatot tak membantahnya.

sebelum keberadaan situs diketahui publik, warga sudah banyak menemukan sejumlah benda. Semuanya ditemukan ketika lokasi mulai di kerjakan proyek jalan tol

Warga Ada yang menemukan perhiasan, berlian, emas, uang gobog Cina. Kalau saya batu hitam dengan panjang sekitar 30 cm. Seperti batu meteor dan yakini benar.

Kabar akan uang gobog seberat 2 kwintal pernah ditemukan warga, juga tak dibantah Gatot. “Iya benar itu. Kalau kata teman saya di bawah batu bata dari situs itu, ada harta karun yang tersimpan dalam peti berukuran besar.

Tak hanya soal harta karun, cerita mistik jugasering terdengar keberadaan nya di situs itu. Naga emas diyakini sebagai penjaga harta karun d ibawah situs berupa struktur bata bata itu.

Koordinator Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur wilayah Malang, Haryoto, juga mendapatkan cerita yang sama. Pihaknya berharap masyarakat mengembalikan cagar budaya yang dimiliki,akan dapat ganti rugi pastinya. Alasannya apa minta dikembalikan, karena ini warisan nenek moyang dan nantinya untuk ilmu pengetahuan anak cucu kita semua,” kata Haryoto.

Barang-barang yang berharga memang dulunya tak seperti sekarang disimpan di dalam bank atau tempat khusus. Dulu disimpan dalam sebuah peti dengan pengamanan prajurit kerajaan

Makanya ketika sebuah kawasan diduga menjadi tempat pemukiman zaman dahulu, wajar bila banyak ditemukan barang-barang berharga”kata Haryoto.(Tim/Day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *