SUMENEP – Program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menekan pengangguran melalui “Wira Usaha Muda” kini menuai sorotan tajam. Aset senilai puluhan miliar rupiah yang seharusnya menjadi penopang ekonomi pemuda di Madura, Jawa Timur, dilaporkan raib dari lokasi bekas Kantor Dinas Kesehatan Sumenep, Sabtu (10/10/2026).
Program yang menyasar pelatihan menjahit, membatik, perbengkelan, bordir, sablon, cuci kendaraan, hingga percetakan itu digadang-gadang sebagai jalan keluar bagi pemuda pengangguran. Namun di lapangan, program ini dinilai gagal total karena minim konsep dan pengawasan.
Aset Negara Diseret Keluar Pakai Truk*
Berdasarkan laporan yang diterima, sejumlah besar peralatan milik program tersebut hilang dalam beberapa bulan terakhir. Peralatan diduga diangkut menggunakan truk oleh orang-orang tak dikenal.
“Ini bukan hilang biasa. Ini penjarahan aset negara yang dibiayai uang rakyat,” ujar salah satu sumber.
Informasi yang beredar menyebutkan sebagian peralatan itu dijual, dikuasai, bahkan digadaikan. Ironisnya, aset yang seharusnya dijaga pemerintah daerah justru lenyap tanpa jejak.
Laporan ke Kejari Jalan di Tempat*
Sejumlah aktivis mengaku sudah melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Sumenep. Namun hingga kini, kasus tersebut disebut “jalan di tempat” dan belum ada kejelasan.
Kini salah satu aktivis senior Acong Asal Sumenep menyatakan akan membawa bukti-bukti baru dan keterangan saksi ke Polda Jawa Timur agar kasus ini tidak menguap begitu saja.
“Jika aparat tidak bergerak, kami yang akan gerak. Ini soal uang rakyat dan masa depan pemuda Sumenep,” tegasnya.
Penulis: Tim/Hk/day.












