SUMENEP – Puluhan hingga ratusan perusahaan rokok di Sumenep menyetor Rp3 juta setiap bulan kepada paguyuban rokok. Setoran ini diklaim untuk kondusifitas namun tidak jelas ke mana uang tersebut sebenarnya mengalir.
Seorang pengusaha rokok mengaku kecewa karena sumbangan itu dilakukan rutin, tetapi tidak pernah ada laporan penggunaan dana. Ia menegaskan bukan soal memberi atau tidak, melainkan soal transparansi. “Kalau jelas, tidak masalah. Tapi selama ini tidak ada kejelasan sama sekali,” ujarnya.
Ketua Umum LSM BIDIK, Didik Haryanto, juga menolak keras tuduhan bahwa dana tersebut masuk ke LSM. Ia menyebut klaim bahwa iuran itu untuk LSM hoaks. “Saya kaget, tidak pernah ada dana seperti itu yang masuk ke kami,” tegas Didik.
Didik bahkan menantang paguyuban untuk membuka transparansi dana. Ia menegaskan, jika benar pungutan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, lebih baik paguyuban dibubarkan. Menurutnya, praktik seperti ini justru merugikan perusahaan kecil dan buruh.
Lebih jauh, Didik mengatakan jika memang uang setoran keamanan benar-benar ada itu bagus, asalkan tidak tebang pilih, dan harus transparan, sementara penerimanya harus bisa menjaga betul amanah tersebut, ia juga mengatakan kalau LSM tidak ada yang menerima termasuk dirinya
“Ingat ya, saya tidak pernah menerima atau kebagian aliraran dana keamanan itu, jika saya dikaitkan, saya tidak terima, saya bersama kawan-kawan LSM akan demo melawan isu itu agar tidak menjadi bola liar” tutupnya.
Penulis : Tim/wh/day.












