UMENEP – Hingga kini, sepuluh asosiasi media online maupun cetak yang ada di Kabupaten Sumenep masih belum mengambil sikap atas pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh pihak PT KEI. Padahal, pernyataan tersebut sempat menimbulkan reaksi keras di kalangan Pers dan menjadi sorotan publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, asosiasi-asosiasi yang selama ini kerap bersuara terkait isu industri, tenaga kerja, maupun distribusi dan Migas justru memilih diam dan tidak ada tindak lanjutnya setelah di beritakan di tiap Organisasi. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, apakah ada alasan khusus di balik sikap diam mereka atau sekadar menunggu arahan dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi.
Salah seorang Mantan aktivis Maz Day menilai, sikap pasif dari asosiasi tersebut berpotensi menimbulkan spekulasi publik. “Asosiasi seharusnya menjadi penyalur aspirasi masyarakat, apalagi kalau ada pernyataan perusahaan yang menyinggung kepentingan banyak orang. Kalau mereka diam, publik bisa menilaii,” ujarnya.
Sementara itu, pihak PT KEI sendiri sebelumnya telah melontarkan pernyataan yang dianggap perlu diklarifikasi secara terbuka. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari sepuluh asosiasi terkait langkah yang akan diambil.
Candra Hasan atau di sebut Bucek salah satu ketua organisasi yang ada di Mio menjelaskan jika dari pihak PT KEI akan memberikan klarifikasi atas ucapannya yang kotofersial.
“Sampai saat ini kami masih menunggu pihak humas PT KEI untuk mengklarifikasi atas ucapannya yang di lontarkan di media.
Menurutnya, sampai saat ini belum ada kejelasan dari Humas PT KEI, padahal ini akan menentukan persoalan yang selama ini menjadi bolah liar yang harus di luruskan.
Masyarakat kini menunggu bagaimana respon mereka, apakah akan mendukung, menolak, atau justru bersikap netral terhadap pernyataan PT KEI. Pasalnya, keberadaan asosiasi-asosiasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan kepentingan antara perusahaan dan rakyat (Tim/wh/day).












