SUMENEP – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moh Anwar, Sumenep Madura Jawa Timur kecipratan anggara Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 senilai Rp 4,1 Miliar.
Direktur RSUD dr Moh Anwar Sumenep dr Erliyati, menuturkan jika suntikan dana segar miliaran tersebut akan digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana (Sarpras) kesehatan di rumah sakit.
Rinciannya, yakni untuk pembelian satu unit mobil ambulan Rp 980 juta, pengadaan supporting daya berupa uninterruptible power supply (UPS) sebesar Rp 2 miliar, peralatan operasi Rp 640 juta, dan hepafilter Rp 500 juta.
Tambahan satu unit ambulance dari dana DBHCHT tersebut, kata Erli dilengkapi dengan peralatan emergensi, dengan itu pasien yang dirujuk dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terkontrol dengan baik.
Sedangkan untuk UPS sendiri, lanjut Erli, dibutuhkan rumah sakit pada saat emergensi, terutama di ruang operasi. Pada saat terjadi mati daya listrik, UPS ini berfungsi untuk menstabilkan.
“Jika terjadi gangguan atau daya listrik padam, maka akan disupport UPS sehingga tetap stabil. Kekuatannya bisa bertahan sekitar 30 menit,” katanya, Rabu 17 November 2021
Selanjutnya, pihaknya juga melakukan pengadaan peralatan operasi, untuk melancarkan tindakan, seperti ada meja kemoterapi, dan hepafilter untuk menyaring udara di ruang perawatan.
“Semua rencana pengadaan sarana dan prasarana kesehatan dari DBHCHT ini untuk meningkatkan layanan kesehatan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep,” pungkasnya, (Tim/Wh/Day).












