HUKUMKRIMINALPEMERINTAHANPERISTIWA

Mengerikan! Tambang Fosfat di Sumenep, Sebagai Bahan Peledak dan Ancaman Bencana Alam

×

Mengerikan! Tambang Fosfat di Sumenep, Sebagai Bahan Peledak dan Ancaman Bencana Alam

Sebarkan artikel ini

SUMENEP –  Persoalan tambak udang belum selesai kini Ancaman bencana alam terkait rencana rekomendasi dibukanya tambang Batu Fosfat oleh Pemerintah kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur harus dikaji secara secara ilmiah, baik dampak lingkungan maupun sosial dan Pendapatan kepada daerah.

Pemerintah harus serba hati-hati, persoalan tambak udang, masi bayak yang nakal dan melakukan Reklamasi Pantai serta membuang limbah ke laut.

Belum selesai Persoalan Tambak Udang masyarakat Sumenep dihebohkan dengan persoalan rekomendasi atas penambangan batu Fosfat sekala besar. Tentu ini akan berdampak kepada lingkungan, Seperti bencana, yaitu banjir, Longsor, Polusi udara, Kekeringan.

Jangan sampai seperti kejadian Negara Nauru Kaya Akan Fosfat setelah habis kandungan fosfatnya negaranya termiskin dan gersang. Pemerintah harus mengutamakan keselamatan masyrakat, dan membuat aturan yang jelas, jika kajian ini sudah masuk zona aman maka pemerintah kabupaten harus mendapatkan PAD yang jelas.

Dikutip dari Badan Giologi Bandung, Lebih dari 90% produksi fosfat di Indonesia, khususnya kalsium fosfat Ca3(PO4)2, digunakan untuk keperluan industri pupuk, baik pupuk alam maupun pupuk buatan. Sisanya dikonsumsi oleh berbagai industri seperti kaca lembaran, karet, industri kimia, dan lain-lain.

Penggunaan fosfor dalam bentuk unsur ekom digunakan untuk keperluan fotografi, korek api, bahan peledak dan lain-lain. Terdapat dua tipe dari unsur fosfor, yaitu fosfor putih dan fosfor merah.

Fosfor putih hampir tidak larut dalam air, larut dalam alkohol dt an larutan organik tertentu. Fosfor putih digunakan dalam pembuatan asam fosfat (H3PO4) dan bila dicampurkan dengan lelehan metal seperti timah dan tembaga menghasilkan alloy tertentu (special alloy), fosfor dalam bentuk ferro fosfor digunakan dalam berbagai industri metallurgi, untuk memperoleh logam dengan standar dan keperluan tertentu.

Endapan fosfat di daerah Kabupaten Sumenep dapat digunakan sebagai pupuk alam dengan kualitas A sebanyak 22 lokasi (sekitar 48,9 % dari seluruh jumlah lokasi), dengan kualitas C sebanyak 4 lokasi (8,9 %), yang mempunyai mutu I sebanyak 21 lokasi (46,7 %) dan mutu II 4 lokasi (8,9 %),  untuk bahan baku pembuatan asam fosfat terdapat sebanyak 11 lokasi (24,4 %), untuk bahan baku pembuatan pupuk SP-36 sebanyak 14 lokasi (31,1 %).

Kegunaan@ tersebut hanya berdasarkan kandungan P2O5 sedangkan kandungan pengotor lainnya umumnya melampaui ambang batas, untuk memperoleh bahan galian fosfat yang sesuai dengan persyaratan maka perlu dilakukan proses benefisiasi terlebih dahulu dengan melakukan proses pencucian, sehingga unsur pengotor, terutama Al2O3 dan Fe2O3 dapat dikurangi, (Tim/Wh/Del/Des).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *