NET SYBER.COM, SUMENEP – Seorang nenek berusia 70 tahun hidup sebatang kara di rumahnya yang nyaris roboh di Desa Giring, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tiap hari, ia menghabiskan waktu di rumahnya dan tidur diranjang yang terbuat dari bambu.
Sarinten, nenek itu akrab disapa. Ia menempati rumah yang terbuat dari bambu atau gedek. Berdiri di tanah seluas 4×6 yang tidak di lengkapi kamar madi dan toilet.
Tubuhnya yang renta membukakan pintu saat teman-teman relawan dari berbagai kalangan mengunjungi rumahnya, untuk memberikan bantuan berupa sembako dan uang utuk kebutuhan hidupnya, (23/07/2019).
Untuk menuju ke rumah nenek Sarinten, hanya ada jalan setapak yang hanya dapat dilewati sepeda motor atau jalan kaki. Jalan tersebut sangat beresiko jika tidak berhati-hati bagi para misi kemanusiaan.
Rumahnya bahkan nyaris roboh. Sebagian besar tiang-tiang yang terbuat dari bambu, bahkan sudah termakan rayap. Rumahnya berukuran 4X6. Yakni tempat tidur sekaligus dapur menjadi satu.
Ruang tamu dan tempat tidur hanya dipisah oleh selembar dinding kayu. Sedangkan dindingnya rapuh sebagian dimakan rayap terutama bagian bawah. Selain itu, tiang utama yang berada di tengah juga lapuk.
Nenek tersebut tidak pernah dapat bantuan apapun, baik dari Pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Sumenep. Namun yang lebih parah, nenek tersebut mempunyai anak laki-laki yang diyakini mampu.
Namun nenek tersebut sering di kunjungi cucu nya untuk memberikan makanan dan memandikan nya, (Tim/Red/Wk).












