PEMERINTAHAN

Bupati Sumenep Bagikan Zakat Secara Serempak Kepada Kaum Duafa

×

Bupati Sumenep Bagikan Zakat Secara Serempak Kepada Kaum Duafa

Sebarkan artikel ini

NETSYBER.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyerahkan zakat fitrah pada 2.953 kaum dhuafa, Senin (27/05/2019). Penyerahan zakat fitrah itu dilakukan pemerintah di Gedung Korpri, Jl. Dr. Cipto, Sumenep.

Zakat fitrah yang diserahkan pada mustahikin (orang yang berhak menerima zakat) itu merupakan zakat fitrah yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep.

Dalam isi sambutannya, Bupati Abuya Busyro Karim mengatakan, dengan berzakat bisa meningkatkan perekonomian dan penghasilan masyarakat mustahikin hingga 97 persen.

“Zakat tidak hanya bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan sipiritual, kesehatan, dan pendidikan,” kata Bupati Busyro.

Lebih lanjut, politikus dua preode menduduki jabatan sebagai Bupati dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap, masyarakat yang saat ini berstatus sebagai mustahikin bisa menjadi seorang muzakki (orang yang berzakat).

“Jadi saya berharap semua mustahikin yang hadir pada saat ini, tahun depan sudah menjadi muzakki, orang yang berzakat,” tambah mantan ketua DPRD Sumenep dua periode itu.

Tak hanya itu, Busyro juga mengingatkan mustahikin untuk bersifat produktif dan menghindari sifat konsumtif. Hal itu agar dapat meningkatkan kesejahteraan para penerima zakat.

“Zakat yang diterima, kalau ada zakat mal yang cukup besar agar tidak bersikap konsumtif, tapi bersukikap produktif,” jelasnya.

Selain itu, Busyro juga mengingatkan masyarakat untuk memutus garis kemiskinan. Hal itu, kata Busyro bisa dilakukan dengan meningkatkan tingkat pendidikan keturunannya.

“Bapak ibu tidak boleh kecil hati, tapi harus optimis. Agar kita inu jadi garis lurus, naik ke atas. Boleh bapaknya miskin. Tapi anaknya harus jadi orang yang berhasil,” tukasnya.

Zakat fitrah yang diserahkan oleh Pemkab Sumenep pada ribuan mustahikin itu berupa beras.

Sedangkan beras yang diserahkan merupakan beras lokal dan asli beras hasil pertanian masyarakat Sumene, (Tim/Syber/Whn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *