NETSYBER.COM, SUMATRA BARAT – Pasca peristiwa dua orang warga menjadi korban serangan binatang buas yang diduga harimau, Babinsa Koramil 07/Sosopan bersama warga melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan Harimau Sumatera.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi amukan binatang buas tersebut agar tidak masuk ke pemukiman warga.
Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (16/5/2019) lalu sekira pukul 01.00 WIB yakni Abu Sali Hasibuan (61) meninggal dunia usai diduga diterkam harimau. Korban yang berprofesi sebagai petani itu tewas mengenaskan di lokasi kebun karet di Kecamatan Ulu barat.
Danramil juga mengatakan, masyarakat bersama TNI dan kepolisian juga akan menggelar penyisiran baik itu dilaksanakan malam hari dan pada siang hari.
“Kegiatan ini untuk berjaga-jaga, khawatir amukan harimau terjadi lagi,” katanya.
Menurut Danramil, harimau yang menyerang warga itu merupakan Harimau Sumatera. Hewan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini.
“Sebelum kejadian itu, harimau tersebut diduga juga sudah sering keluar masuk perkampungan warga pada beberapa bulan terakhir ini, hal ini berdasarkan jejak kaki harimau itu dan pernah beberapa kali menyerang hewan ternak warga,” jelas Danramil.
“Tindakan selanjutnya masing-masing tim terdiri dari petugas KSDA, PRHSD, TNI,POLRI dan masyarakat dengan masing-masing tim dilengkapi senjata bius dan senjata tajam untuk keamanan.
Patroli dilaksanakan bersama-sama di 3 titik berbeda supaya lebih efektif. Tim 1 patroli ke wilayah Desa Hutabargot, Tim 2 patroli di wilayah Desa Pagaran Bira Jae dan Tim 3 patroli di wilayah Desa Siraisan. Ketiga desa ini adalah lokasi kejadian dan lokasi ditemukannya jejak-jejak Harimau Sumatera,” jelasnya di Kantor BKSDA di Jalan SM Raja, Senin (27/5/2019) siang.
Berkaitan dengan itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas, terutama saat melakukan aktivitas di daerah perladangan maupun perkebunan. (Tim/Syber).
#tewas
#diterkam
#harimau
#sumatra












